Senin, 22 Oktober 2012

Bertanya pada purnama

Jadi.. bagaimana aku akan menyikapi ini?

Ketika aku bukan lagi aku
Ketika aku tak ada lagi disini
dan tak lagi ada keindahan yang aku rasakan


Bagaimana aku akan menyikapi semua hal yang terasa tidak biasa kurasakan?

Tak ada lagi hembusan napas, ataupun detak jantung yang terasa
Tak ada lagi kegelisahan, tak ada lagi kegundahan
Tak ada lagi hiruk pikuk keramaian yang menyita duniaku menjadi dunianya
Tak ada lagi kesibukan
Tak ada lagi kesedihan
Tak ada lagi duka, lara, pilu dan air mata
Tak ada lagi keinginan untuk bisa berpikir lebih jauh
Tak ada lagi asa yang mengganjal di dalam jiwa
Tak ada lagi kericuhan yang memekakan telinga dan sanubari yang mengiba
Tak lagi ada..


Bagaimana jika.. aku terlelap dalam pangkuan purnama yang tak akan pernah lagi membuatku membuka mata?

Bagaimana jika.. aku hilang? Ditelan  bumi, dirundung duka dan akhirnya terkapar tak berdaya...

Bagaimana jika, duniaku hilang??? Telah dan memang tiada..

Bagaimana jika...


Jika aku menangis, berteriak, memekakkan telinga, mencabik-cabik jiwa yang penuh tanda tanya. Berkata pada langit, dimana aku? dan bagaimana aku?

Aku tak ingin mengenal diriku. Terlalu menakutkan.. Terlalu dalam, tak  bisa digapai, tak bisa dirasakan. Aku tak ingin mengenalnya. Terlalu jauh...
Aku hanya ingin diam dan merasakan.. bukan aku, bukan dia...
Telahkah aku kehilangan sejatinya diriku?
Ah!
Tak butuh itu, biarkan saja aku begini...
Mencari sesuatu yang ingin kucari
Menggapai sesuatu yang ingin kugapai
Tak perduli ada debur ombak di jiwaku
Tak perduli ada badai yang menerpa relungku
Atau duka lara yang menjadi sumber kesakitanku
Jadi...

Dimana aku? dan bagaimana aku? Masih kubertanya pada langit kelam.

Akankah purnama membangunkan aku dan berganti dengan cahaya kokoh mentari?

Jadi... disinilah aku..
Beginilah aku...
Tanpa hati, tanpa raga, tanpa jiwa.
Mati.

Jumat, 21 September 2012

Bagaimana tanpamu?

Dalam penantian panjang tak berujung,
entah sampai kapan aku akan ada disini dan berpegang pada cinta

Aku dan kamu saling mencintai
namun entah sampai kapan cinta itu akan bertahan


Telahkah kuukir kekuatan dalam di hati, yang akan menghancurkan aku pada kenyataan bahwa memilikimu adalah mustahil
Telahkah kuukir di dasar jiwaku bahwa hanya engkaulah cinta yang selalu ada dan tak kan pernah terhapus oleh masa ?


Jiwa yang kelam
Jiwa yang terhempas di padang tandus dan mencabik relung hati
Menangis dan berduka dalam karena cinta yang tak memihak
Aku dan kamu hanya bisa saling menatap dan merasakan getar cinta yang masih ada di dalam binar mata kita

Jendela hatimu begitu indah terasa dan tak bisa lagi kukatakan bahwa aku memang ingin bersamamu.
Cukup kupendam di hati dan entah bagaimana aku akan melanjutkan hidupku tanpa dirimu. 



--With all of my soul in love-- 


Selasa, 17 Juli 2012

Cinta Sejati


Jika aku bisa mencintaimu dengan segala keutuhanku dengan segala kepunyaanku
Aku bahagia
Jika aku mampu memberikan duniaku hanya untukmu dan tak lagi ada yang mampu memberikan keindahan itu selain aku
Aku bahagia

Telahkah aku mengurai mimpi bersamamu dan kemudian kembali merajut asa yang telah lama tersimpan dan menyesakkan di dalam dada?
Meminta hanya untuk sekedar memberikan semua yang terindah hanya untuk kamu yang kucinta

Biarlah semuanya kuletakkan dalam panji-panji cinta yang melantunkan simfoni yang dalam
Memberikan keindahan semata hanya kamu dan aku yang merasa

Jika aku telah memberikan segala yang kupunya hanya demi kamu yang kucinta
Dan jika aku telah memberikan cinta yang agung hanya untukmu
Itulah kamu cinta sejatiku

Jumat, 13 Juli 2012

Namanya Cinta?

Kaukah itu, Cinta? Yang telah memasung aku dalam keabadian nan elok yang selalu memberikan pengharapan kokoh untuk selalu mendamba?

Kaukah itu, Cinta? yang menanti aku dikala aku sedang termenung untuk kemudian kembali lagi pada duniaku dan menyongsongmu dalam dekap hangatku dan kemudian pengabdianku padamu?

Kaukah itu?? Wahai Cinta nan agung yang kuelu-elukan yang berikan kekuatan tak terbiaskan oleh apapun juga yang ada di dalam jiwaku..

Apakah itu Engkau?
yang menyenandungkan simfoni dalam syair-syair tak terlupakan hanya untuk mereka yang mencinta...
yang tak kan pernah lepas dari pandanganmu...
yang selalu memberikan arti dari sebuah kata CINTA?

Apakah itu Engkau, Cinta?
yang telah luluh lantakkan hatiku dikala hadir di duniaku dan kemudian mampu hingar bingarkan hidupku dengan suara lantangmu..

Hai, Cinta.. Ajari aku arti dari hadirmu, agar aku tak lagi bertanya.. Apakah itu benar kamu, Cinta?

Ajari aku dengan bahasamu. Dengan belaianmu.. dengan kemanisanmu yang kukecap layaknya kemanisan ambrosia..

Pandanglah aku.. sadari jika aku begitu memujamu.. Perkenalkan dirimu Cinta.. Agar aku sungguh layak menerimamu dengan segala ketulusanmu dan juga ketulusanku..





.. and You will see from heaven that I want to meet 'the Love'...





Ingin

Ingin bernyanyi ditemani dirimu
Ingin menangis di pelukanmu
Ingin tertawa dalam candamu
Ingin..
Ingin aku mengatakan dalamnya cintaku padamu
Ingin membuatmu mengerti bahwa rasa di hatiku hanya untukmu
Ingin membuatmu kembali ke dekapanku
Ingin..
Ingin kembali mengulang memori indah itu
Ingin mengecupmu dan tertidur dalam dekap hangatmu..

Ingin..
Ingin kamu disini dan kembali kudengar "I love you," dari bibirmu untuk sesaat kemudian kubalas dengan ketulusan.. "I love you more.. "

:)

Jumat, 25 Mei 2012

Kembali pada kesunyian

Aku menjadi buta dan tak tahu lagi harus berkata apa
Aku menutup telinga dan menulikan diri atas segala hingar bingar yang terjadi
Kesunyian, itulah yang kucari, bukan kesepian.
Ada kalanya sang jiwa akan mencoba untuk memberikan naluri yang terdalamnya untuk mampu ditelusuri oleh alam yang sungguh bermakna, namun dia pun membutuhkan semburan nafas dari semesta yang kemudian menyatu di dalam gelombang yang tak pernah ada putusnya.

Kemegahan yang telah hilang, terganti dengan kesunyian.. Sesaat aku membutuhkan itu dan menghilang dalam duniaku. 

Janganlah tanyakan kenapa atau apa, serta bagaimana? Karena inilah caraku. Dan kenapa atau apa..karena ada sesuatu yang menghilang di alam pikiran dan aku mencoba membunuh itu dengan kekuatan jiwaku. 

Aku hanya ingin.. berdiri

Jumat, 11 Mei 2012

Tak perlu jawaban

Jangan tanya apa.
Karena kamu telah melihat dengan mata kepalamu sendiri
Jangan tanya kenapa.
Karena kamu tahu apa jawabannya
Jangan tanya siapa.
Karena dia tersimpan di dalam hatimu
Jangan tanyakan hal-hal yang bisa kau jawab sendiri.
Jangan tanyakan mengapa angin berdesir, jangan tanyakan mengapa mentari tenggelam dan kemudian muncul kembali di kala fajar.
Jangan tanyakan bagaimana semua datang dan kemudian akan pergi.
Semuanya akan hilang ditelan waktu, dan jangan tanyakan mengapa sirna..

:)