Senin, 22 Oktober 2012

Bertanya pada purnama

Jadi.. bagaimana aku akan menyikapi ini?

Ketika aku bukan lagi aku
Ketika aku tak ada lagi disini
dan tak lagi ada keindahan yang aku rasakan


Bagaimana aku akan menyikapi semua hal yang terasa tidak biasa kurasakan?

Tak ada lagi hembusan napas, ataupun detak jantung yang terasa
Tak ada lagi kegelisahan, tak ada lagi kegundahan
Tak ada lagi hiruk pikuk keramaian yang menyita duniaku menjadi dunianya
Tak ada lagi kesibukan
Tak ada lagi kesedihan
Tak ada lagi duka, lara, pilu dan air mata
Tak ada lagi keinginan untuk bisa berpikir lebih jauh
Tak ada lagi asa yang mengganjal di dalam jiwa
Tak ada lagi kericuhan yang memekakan telinga dan sanubari yang mengiba
Tak lagi ada..


Bagaimana jika.. aku terlelap dalam pangkuan purnama yang tak akan pernah lagi membuatku membuka mata?

Bagaimana jika.. aku hilang? Ditelan  bumi, dirundung duka dan akhirnya terkapar tak berdaya...

Bagaimana jika, duniaku hilang??? Telah dan memang tiada..

Bagaimana jika...


Jika aku menangis, berteriak, memekakkan telinga, mencabik-cabik jiwa yang penuh tanda tanya. Berkata pada langit, dimana aku? dan bagaimana aku?

Aku tak ingin mengenal diriku. Terlalu menakutkan.. Terlalu dalam, tak  bisa digapai, tak bisa dirasakan. Aku tak ingin mengenalnya. Terlalu jauh...
Aku hanya ingin diam dan merasakan.. bukan aku, bukan dia...
Telahkah aku kehilangan sejatinya diriku?
Ah!
Tak butuh itu, biarkan saja aku begini...
Mencari sesuatu yang ingin kucari
Menggapai sesuatu yang ingin kugapai
Tak perduli ada debur ombak di jiwaku
Tak perduli ada badai yang menerpa relungku
Atau duka lara yang menjadi sumber kesakitanku
Jadi...

Dimana aku? dan bagaimana aku? Masih kubertanya pada langit kelam.

Akankah purnama membangunkan aku dan berganti dengan cahaya kokoh mentari?

Jadi... disinilah aku..
Beginilah aku...
Tanpa hati, tanpa raga, tanpa jiwa.
Mati.

Jumat, 21 September 2012

Bagaimana tanpamu?

Dalam penantian panjang tak berujung,
entah sampai kapan aku akan ada disini dan berpegang pada cinta

Aku dan kamu saling mencintai
namun entah sampai kapan cinta itu akan bertahan


Telahkah kuukir kekuatan dalam di hati, yang akan menghancurkan aku pada kenyataan bahwa memilikimu adalah mustahil
Telahkah kuukir di dasar jiwaku bahwa hanya engkaulah cinta yang selalu ada dan tak kan pernah terhapus oleh masa ?


Jiwa yang kelam
Jiwa yang terhempas di padang tandus dan mencabik relung hati
Menangis dan berduka dalam karena cinta yang tak memihak
Aku dan kamu hanya bisa saling menatap dan merasakan getar cinta yang masih ada di dalam binar mata kita

Jendela hatimu begitu indah terasa dan tak bisa lagi kukatakan bahwa aku memang ingin bersamamu.
Cukup kupendam di hati dan entah bagaimana aku akan melanjutkan hidupku tanpa dirimu. 



--With all of my soul in love-- 


Selasa, 17 Juli 2012

Cinta Sejati


Jika aku bisa mencintaimu dengan segala keutuhanku dengan segala kepunyaanku
Aku bahagia
Jika aku mampu memberikan duniaku hanya untukmu dan tak lagi ada yang mampu memberikan keindahan itu selain aku
Aku bahagia

Telahkah aku mengurai mimpi bersamamu dan kemudian kembali merajut asa yang telah lama tersimpan dan menyesakkan di dalam dada?
Meminta hanya untuk sekedar memberikan semua yang terindah hanya untuk kamu yang kucinta

Biarlah semuanya kuletakkan dalam panji-panji cinta yang melantunkan simfoni yang dalam
Memberikan keindahan semata hanya kamu dan aku yang merasa

Jika aku telah memberikan segala yang kupunya hanya demi kamu yang kucinta
Dan jika aku telah memberikan cinta yang agung hanya untukmu
Itulah kamu cinta sejatiku

Jumat, 13 Juli 2012

Namanya Cinta?

Kaukah itu, Cinta? Yang telah memasung aku dalam keabadian nan elok yang selalu memberikan pengharapan kokoh untuk selalu mendamba?

Kaukah itu, Cinta? yang menanti aku dikala aku sedang termenung untuk kemudian kembali lagi pada duniaku dan menyongsongmu dalam dekap hangatku dan kemudian pengabdianku padamu?

Kaukah itu?? Wahai Cinta nan agung yang kuelu-elukan yang berikan kekuatan tak terbiaskan oleh apapun juga yang ada di dalam jiwaku..

Apakah itu Engkau?
yang menyenandungkan simfoni dalam syair-syair tak terlupakan hanya untuk mereka yang mencinta...
yang tak kan pernah lepas dari pandanganmu...
yang selalu memberikan arti dari sebuah kata CINTA?

Apakah itu Engkau, Cinta?
yang telah luluh lantakkan hatiku dikala hadir di duniaku dan kemudian mampu hingar bingarkan hidupku dengan suara lantangmu..

Hai, Cinta.. Ajari aku arti dari hadirmu, agar aku tak lagi bertanya.. Apakah itu benar kamu, Cinta?

Ajari aku dengan bahasamu. Dengan belaianmu.. dengan kemanisanmu yang kukecap layaknya kemanisan ambrosia..

Pandanglah aku.. sadari jika aku begitu memujamu.. Perkenalkan dirimu Cinta.. Agar aku sungguh layak menerimamu dengan segala ketulusanmu dan juga ketulusanku..





.. and You will see from heaven that I want to meet 'the Love'...





Ingin

Ingin bernyanyi ditemani dirimu
Ingin menangis di pelukanmu
Ingin tertawa dalam candamu
Ingin..
Ingin aku mengatakan dalamnya cintaku padamu
Ingin membuatmu mengerti bahwa rasa di hatiku hanya untukmu
Ingin membuatmu kembali ke dekapanku
Ingin..
Ingin kembali mengulang memori indah itu
Ingin mengecupmu dan tertidur dalam dekap hangatmu..

Ingin..
Ingin kamu disini dan kembali kudengar "I love you," dari bibirmu untuk sesaat kemudian kubalas dengan ketulusan.. "I love you more.. "

:)

Jumat, 25 Mei 2012

Kembali pada kesunyian

Aku menjadi buta dan tak tahu lagi harus berkata apa
Aku menutup telinga dan menulikan diri atas segala hingar bingar yang terjadi
Kesunyian, itulah yang kucari, bukan kesepian.
Ada kalanya sang jiwa akan mencoba untuk memberikan naluri yang terdalamnya untuk mampu ditelusuri oleh alam yang sungguh bermakna, namun dia pun membutuhkan semburan nafas dari semesta yang kemudian menyatu di dalam gelombang yang tak pernah ada putusnya.

Kemegahan yang telah hilang, terganti dengan kesunyian.. Sesaat aku membutuhkan itu dan menghilang dalam duniaku. 

Janganlah tanyakan kenapa atau apa, serta bagaimana? Karena inilah caraku. Dan kenapa atau apa..karena ada sesuatu yang menghilang di alam pikiran dan aku mencoba membunuh itu dengan kekuatan jiwaku. 

Aku hanya ingin.. berdiri

Jumat, 11 Mei 2012

Tak perlu jawaban

Jangan tanya apa.
Karena kamu telah melihat dengan mata kepalamu sendiri
Jangan tanya kenapa.
Karena kamu tahu apa jawabannya
Jangan tanya siapa.
Karena dia tersimpan di dalam hatimu
Jangan tanyakan hal-hal yang bisa kau jawab sendiri.
Jangan tanyakan mengapa angin berdesir, jangan tanyakan mengapa mentari tenggelam dan kemudian muncul kembali di kala fajar.
Jangan tanyakan bagaimana semua datang dan kemudian akan pergi.
Semuanya akan hilang ditelan waktu, dan jangan tanyakan mengapa sirna..

:)

Selasa, 17 April 2012

Derita sang jiwa

Dimanakah akan kutemukan jalan cahaya yang membuatku mampu melihat keindahan yang ada di sekitarku?
Dimanakah akan kutemukan malaikat dengan sayap putihnya yang akan membawaku kembali pada duniaku dan tak lagi meninggalkan aku. 

Jelaga hitam dan tertanam dalam benak yang hampa, mengharap pada kerinduan. 
Jaring-jaring penghalang yang muncul dan membekas dalam benak, mematikan nurani, menghimpit jiwa yang berteriak kesakitan. 
Adakah jiwa yang akan berada dalam diriku, yang menyenandungkan puji-pujian dan kata-kata indah untuk kemudian kusimpan dalam kotak memori? 
Ataukah kotak pandora telah terbuka dan kemudian mematikan jiwa yang memiliki makna untuk mencari dalam kehidupan pasti dan kemudian malah mati ditelan oleh nurani yang berteriak mencari kepastian dalam ketiadaan? 


Kasihan sang jiwa... Mungkin air matanya telah habis. Tiada lagi kata-kata yang mampu memberikan secercah cahaya untuk bisa disimpan didalamnya.. 




Berdiri sendiri

Tak ada dia.. yang ada hanya aku dalam kesesakan dan mencari dimana ada kelegaan.
Tak ada seorang pun yang bisa membuatku menemukan cahaya. Tak ada.
Menyadari akan ketidak pastian ini aku mencoba untuk percaya pada diriku sendiri. Tanpa siapapun. Semakin aku mencoba untuk menemukan seseorang yang akan mengisi kehidupanku, semakin hampa aku menjadi. Semakin dalam kuselami makna yang ada di hatiku, semakin sepi aku terhempas..

Mencari kepastian dalam tiap detik yang bergulir, namun yang kutemukan tak ada..
Kucoba bernafas di tengah kebimbangan dan himpitan yang semakin keras berada dalam benakku dan hati yang mendamba pada kelegaan.

Ya, Tuhan.. Dimanakah aku berada? Ataukah aku sekarang hanya sebongkah  batu? Tak bergerak. Diam. Tak bernapas. Tak berpikir. Tak memiliki apapun. Mati.


Senin, 09 April 2012

Alkisah di tengah kehidupan

Aku terbagun dalam kenangan yang dalam. Aku kembali bernapas dan merasakan sesak yang  belum juga hilang. Pagi ini aku mencari namun belum juga menemukan. Kala rasa itu datang, ingin rasanya terus aku simpan untuk kemudian bisa menjadi sesuatu yang baru dari aku, tapi aku tahu  jika itu tidak akan selamanya begini. Itu akan pergi, itu akan hilang, dan aku kembali dalam kebimbangan.

Aku menertawakan diriku dan kemudian duniaku. Kenapa semuanya terasa seperti permainan? Yang datang kemudian pergi. Secepat angin berhembus. Aku ingin menertawakan keadaan yang membuatku terombang-ambingkan dan kemudian menjatuhkan aku diatas rerumputan hijau dan kemudian berubah kembali menjadi telaga hitam yang menenggelamkan aku. 

Aku takjub, dan begitu kecewa dengan apa yang ada. 

Aku  pernah membaca sebuah buku tentang masa kecil Yesus, dimana ada orang-orang yang melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain, dan kala itu Yesus, Maria dan Yusuf ada di antara mereka. Mereka memadahkan pujian kepada Tuhan dan bernyanyi terus sepanjang perjalanan.. Aku pun ingin melakukan perjalan seperti itu. Berjalan di dalam kehidupanku dan memadahkan pujian serta permohonon dalam setiap kesedihan dan kepenatanku. Berusaha untuk menjadi kuat oleh karena kekuatanNya yang dicurahkan kepadaku. 


Ya, Tuhanku, Gunung Batuku, perisai yang akan menghancurkan kepedihanku. Kuatkan aku dan berilah kelegaan di hatiku. Janganlah kiranya Engkau berpaling dariku, namun berikan aku wajahMu dan biarlah aku memandangnya. Jangan hindarikan diriMu dari teriakan kesakitan dan kepedihanku, namun berikan aku cintaMu agar aku kembali menjadi hidup. Janganlah menghancurkan aku di tengah kefanaan ini, namun bentuklah aku seturut kehendakuMu. 

Engkaulah kekuatan dan keberanian yang melingkupi dasar hatiku.. Engkaulah kekuatan dan keberanian yang selalu mendampingiku.  Berikan aku kekuatan dalam kepedihan, dan pergunakan aku agar menjadi kekuatan pula bagi duniaku. Janganlah kiranya Engkau meninggalkan aku, karena aku tidak bisa melangkah dalam kesendirianku.. Tuhan Allahku, Engkaulah kekuatan abadiku. 


-Oh, Yesusku... 
Biarlah lukaMu menjadi bagian dari diriku untuk menjadi penebusan bagi dosa-dosaku. Agar aku bisa merasakan cinta kasihMu yang begitu besar dari luka-lukamu dan berikan aku kekuatan dalam namaMu. -


Aku melangkah dalam kesunyian malam, dan gemerlap kota tak lagi nampak indah bagiku. Yang terlihat hanya dosa. Yang terlihat hanya kehampaan di tengah gemerlap. Yang terlihat hanya kebinasaan di tengah kemewahan dalam kehidupan. 

Aku tak bisa lagi menahan tawa.. Ini seperti permainan, dan aku adalah pion dari permainan itu.. Kemana langkahku, disana ada hidup atau matiku. 


Jakarta, 10.01








Dunia dan Hilang

Mencoba merangkai hari dari seripihan-serpihan memori yang tersisa.
Tidak terlihat namun dirasa
Tidak terjamah namun abadi
Aku lelah mencari dan lelah untuk menanti.
Meraba dan belum juga menemukan apa yang aku kehendaki.
Mungkin lonceng diatas menara itu sudah berkali-kali berbunyi dan saatnya untuk aku pun kembali
Tapi dimana jalanku? Tak kutemukan arahnya dan aku hanya diam meratapi kesesatan yang semakin lama semakin pekat dan menenggelamkan aku dalam tinta dunia yang hitam.
Dunia yang hilang akankah kembali? Tak perduli lagi pada tangis kekelaman yang terisak dan mencari kebenaran. Tak perduli lagi pada tangisan sang nestapa bersama dewi yang tertidur dalam peraduan malam dan mencari dan kemudian terlelap, dan kemudian tak lagi ada untuk aku bisa kembalikan maknanya.
Dunia yang hilang.. akankah kutemukan? Ataukah hanya akan menjadi kenangan yang perlahan akan lenyap? Ataukah akan tersimpan di dalam, di lubuk yang terdalam yang kemudian perlahan menjadi luka yang semakin menyakitkan ataukah akan meninggalkan semburat merah di dalam hatiku yang memberikan kebahagiaan?
Mentari masih menanti. Hujan turun dan menorehkan tangis yang memicu kepenatan..

Oh, Tuhan.. Inikah yang disiratkan dari kehidupan? Masa lalu dan kenangan yang kemudian mematikan langkah, ataukah masa depan dan impian yang menghidupkan kembali jiwa yang telah lama mati?

Aku dan kenangan berjalan beriringan. Aku dan impian mencoba untuk merangkai kehidupan.


Jakarta, 09.43




Yang lelah dan mencari
Yang menanti dan entah kemana lagi harus melangkahkan kaki. 
Aku dan semburat merahku. 
Mentari yang hilang di ufuk timur, untuk kembali tergantikan rembulan dan bintang yang setia menemaninya. 
Dunia dan tangis. 

Kamis, 22 Maret 2012

Just a past

When I miss you then I try to call you...
but there is no answer
Just phone dialling answer my waiting
I miss you
I try to forget you. Is that impossible just to be with u?
I know it.
I just want to realized it.
Hopefully this pain will go away and I smile in me.


Our memories will be left behind
I walk away without tears
I come again to a light and whispering here I am
Then it will be a new beginning of mine
And that will be just a past.



Jakarta, 04.42 PM


Not Me

I am counting for the days
I am breathing
I am expecting..
I am waiting.. and singing in my heart, when remembering you.
and then.. I am realized that..

I am out of your expectation...



Rabu, 21 Maret 2012

Kepada Kekasih

Untuk kekasihku,

Kepada senja..

Mengapa engkau begitu cepat datang?
Mengapa malam terlihat ingin sekali menyelimuti bumi dan bumi pun meninggalkan pagi?
Mengapa begitu cepat hari ini berlalu?
Aku masih menginginkan hari ini. Aku masih ingin merengkuh memori yang telah aku alami. Hhhh..

Aku merindukannya, senja.
Seandainya saja dia memberikan waktu untukku bisa berada di sampingnya maka akan kujaga dia.
Seandainya saja dia memberikan sedikit ruang untukku bisa mengerti dirinya, maka tak ingin kutorehkan luka di hatinya seperti yang pernah dialaminya kala itu.
Aku ingin memeluknya.. Aku ingin menjadi gadisnya.. Masih saja rasa itu tertinggal dan terbenam di dalam jiwa.

Dia belum mengembalikan setengah hatiku. Kala itu dia berjanji akan menjaganya untuk aku, dan aku mempercayakan setengah hatiku kepadanya.. Aku percaya saja. Aku menyayanginya.. Tapi kemudian dia pergi dan membawa setengah hatiku. Dia belum mengembalikannya. Aku merasa kosong...

Kekasihku, mengapa kau lupa untuk mengembalikan hatiku? : )




- dari Alecca kepada Hilarion dalam kerinduan-

Balada Sang Jiwa

Yang lepas dan dilepaskan.. 
Tertinggal dan meninggalkan
Yang menangis dan tertawa.. Yang hilang dalam duka dan yang ditemukan dalam nestapa
Rindu yang terbawa dalam badai asmara dan merasuk ke dalam sukma
Yang hilang dan menangis dalam kepadaman 
Yang tak ditemukan kembali dan entah ada dimana
Yang tak bisa hilang, yang hilang. Yang kembali, yang ditemukan. 
Bagaimana semuanya menjadi satu? Bagaimana aku menyatukannya dalam satu hal yang mudah untuk terdefinisi? 
Tak ada. 
Hilang. 
Itu jawabannya. 
Tapi dibalik hilang ada.. pertemuan. Kembali, ditemukan. Hilangkah atau kembalikah? 
Bagaimana aku mengatakannya? Kenapa semuanya terasa begitu gamblang ? Tidak. Sulit. Bagaimana aku berdiri? Bagaimana aku tertawa.. ? Bagaimana aku bertahan? dan bagaimana sayapku akan mengepak ? 

Teriakanku tak bisa menanggulangi badai. Hilang sudah ditelan badai.. Tidak.. Kembali kutemukan di tepi pantai berpasir putih yang menenangkan jiwa.. 

Hilangkah? Kembalikah? Sebenarnya apa yang ada? 
Realitakah? Atau hanya mimpikah?
Dimana aku? Dimana tawaku? Dimana sayapku? Dimana semuanya? Yang terpenting.. dimana jiwaku? 

Dimana aku labuhkan hatiku? Aku tak bisa menggapainya.. Pergi dan tak bisa lagi kudapatkan. Hilang. Hilang.. Hilang.. Tiada.. Lenyap.. 


Itukah rasanya? Hilang.. dan hampa.. 


Katakan padaku!! Dimana akan kutemukan jiwa yang merana itu?
Dimana akan kutemukan jiwa yang menangis itu? Berikan kesempatan bagiku untuk merengkuhnya!! Akan kurengkuh jiwa itu dengan kekuatanku.
Dengan kelemahan yang telah berubah menjadi keberingasanku. Dengan kelembutan yang telah berubah menjadi keganasanku. Dengan sayap hitamku dan perisai perakku. Akan kutemukan dia dan akan kulindungi dengan segenap kekuatan yang masih tersisa. Aku masih mampu karena aku mencintainya.. Aku masih bisa karena aku masih ada dan napas masih kuhela.. Selama jantung berdetak dan denyut nadi tak terputus, aku akan berikan rengkuhan sayapku untuk sang jiwa yang merana. 

Katakan dimana jiwa itu?? Akan kutemukan dan kusembuhkan.. 

Senyuman tulus tak akan lukainya. Belaian lembut tak akan membuatnya merana. Dekap lembut tak akan menyakitinya.. 

Aku mencintai jiwa itu.. Berikan jiwa itu padaku, aku akan membawanya pergi. Keluar dari semua ini.. Dimana jiwa itu??

Katakan padaku. Tak akan kubiarkan maut terlebih dahulu rengkuhnya.. 



Teriakan memecahkan hening dan sunyi. 
Rengkuhan pada tubuhku telah berubah menjadi cakaran yang melukai diriku. 
Lemahku dan tangisku berbaur dalam bau anyir darah yang perlahan merambat dan memabukanku. 
Kekuatanku.. Cahayaku.. Hilang.. 


Lolongan malam begitu mengiba.. Dimanakah sang jiwa?? 
Kenapa tak  bisa lagi kurasakan dirinya? 
Telah kalahkah aku? 


Tak ada tangis yang tak bisa dihapus. Tak ada amarah yang tak bisa diredam.. Sang jiwa yang merana pun hilang. 


Selasa, 20 Maret 2012

Merindumu

Aku berharap melihatmu di tengah hiruk pikuk ini
Walaupun hanya melihat punggungmu sejenak dan tak perlu kamu menyadari ada aku yang merindukanmu
Masih kurasakan aroma tubuhmu dan kata-kata manismu..
Tapi.. aku harus sadar..kisah kita telah usai

Senin, 19 Maret 2012

Teringat Dia

Aku masih merasakan dia di dekapku
Tak pernah hilang dalam tangisku
masih merasakan dekap hangatnya kala itu
mengapa aku merindukan dia? 
Dalam setiap hembusan napas yang kuhela, kenapa dia masih terbayang di sisiku? 
Apakah aku benar telah jatuh cinta padanya?
secepat inikah semuanya?? 


-aku yang merasa bahwa aku ingin dia-

Aku dan rindu, untukmu

Merindumu dari balik tembok yang tinggi
Mencoba untuk mengintip seperti apa kamu sekarang, tapi sia-sia
Kembali aku teringat pada janji manismu dan aku merasa sesak
Tanpa daya untuk bisa melanjutkan kembali rasa rinduku padamu
Biarlah kusimpan senyum hangatmu dan janji manismu dalam kotak melodiku
Biar kulengkapi dengan semua yang pernah menjadi bagian terindah di hidupku
Kelak akan kuberikan sebuah jawaban yang akan menggoncangkan bimbangmu akan hadirku.
Kelak akan kuberikan dunia yang berbeda yang belum pernah engkau rasakan sebelumnya
Tak kan aku berikan benci padamu.
Hilang sudah kisah kita. Lupakan saja semua manisnya.
Tak ingin kurindukan kamu, itu sama saja menyayat pembuluh jantungku.


-untuk kamu yang saat ini kurindukan, dan telah meninggalkan goresan yang dalam-

Perisai

Mungkinkah perisai itu sebenarnya bukan milikku?
Tak kutemukan kilatan cahayanya yang menakjubkan. 
Aku hanya melihat sebuah perisai tanpa cahaya yang kugenggam dengan ketakutan
Bagaimana aku bisa melakukannya? Aku tak bisa maju dan berperang, karena aku merasa bukan milikku. 
Aku kehilangan diriku dan kehilangan rasa yang mendalam pada apa yang kugenggam
Bukan.. memang bukan milikku. 

Minggu, 18 Maret 2012

Berikan Waktu

Biarkan aku terlelap sejenak, keluar dari hingar bingar duniaku
Biarkan aku merajut hatiku agar tak lagi tercerai
Biarkan aku sendiri utk meresapi
Biarkan aku mencari dimana nurani
Saat ini aku ingin kesendirianku
Bukannya aku lemah
Tapi berikan aku waktu untuk menemukan diriku dan mencari jalanku

-nada duka singgah di jiwa-

Duka Cinta

Di tengah hatiku yang membeku
Kuharapkan ada sentuhan lembut, dekapan hangat yang mampu meluluhkan kebekuanku
Tapi semuanya semakin terasa dingin, hingga aku merasa tidak ingin membuka mata.
Terlelap di balik selimut tuaku, untuk selamanya..


-aku yang berduka, dan menutup hati tuk cinta-

Badai kelam

Berikan aku sebuah pengharapan. 
Hancurkan aku dalam kekelaman
Berikan aku sebuah penerangan. 
Kemudian kembalikan aku di tengah kegelapan

Pekat. Hampa. Tak mengerti ada dimana. 
Padahal baru saja hadir dan baru saja cahaya itu mampir. 
Tapi hanya sejenak dan kembali mendung. 
Awan gelap menyelimuti. 
Sebentar lagi akan ada badai. 
Aku bersembunyi di balik kerisauan, dan berharap terhindar dari badai yang mendera jiwa. 
Tapi terlambat.. Aku telah menjadi bagian dari sang badai. 

Kematian

Kematian itu begitu dekat dengan kehidupan.
Kematian itu selalu membayangi di setiap langkah
Kematian itu terasa menyesakkan dan membuat kehilangan
Kematian itu.. Ahh.. entah bagaimana aku mengatakannya

Kematian itu.. sirna.



Sabtu, 17 Maret 2012

Akhiri Ini

Telah hilang
Sirna
Tiada

Tak ada lagi 'kamu'
Tiada lagi.
Hilang sudah rasa

Dan semua terasa bagai mimpi, dan hilang ketika aku terbangun
Sakitnya masih tertinggal, namun sukanya menghangatkan

Aku ingin tak perduli, tapi aku masih punya hati
Jiwaku berontak, nurani menenangkan

Tak ingin lagi ada
Biarlah menjadi tak nyata
Biarlah kujalani apa yang ada
dan kemudian.. aku tahu dimana aku berada..

Terima kasih untuk hadirmu
Setiap waktumu
Senyummu, kehangatanmu

Tak kumiliki lagi semua itu, tapi tak mengapa.. Biarlah kau dapatkan yang kau mau, dan ku akan tetap berada di jalanku.

Aku dan kamu berbeda. Tak sejalan. Tak bisa lagi. Aku melepaskan, dan kamu mau dilepaskan.

Aku sudahi, dan kamu juga berhenti.

Waktu sudah tak bisa memungkiri, jika rasa itu telah sirna.
Waktu terlalu bijak untuk berbohong.. Matamu jendela hatimu, kulihat itu semua dari sana.

Kau pernah dapatkan aku, dan ku pernah rasakan hadirmu.

Kini semua.. lupakan saja. Hanya sebentar.. dan itu mungkin tak berarti apa-apa.


-Untuk yang hilang dan tak bisa lagi kukenali-

Kepada Rembulan Perak

Cahayanya membias di tengah telaga, di tengah kelamnya malam
Memancarkan cahaya yang kilaukan airnya
Terbangun aku diterpa keindahannya. 

Perlahan sinar itu datang.
Aku kembali pada senyumku. 
Hilang sudah gundah dan gelisah
Kembali aku pada angan indahku
Ada sinar di sisiku, yang ukir senyumku.. yang lukis tawaku
Yang perkenalkan aku kembali pada duniaku tempat aku dilahirkan, bukan pada dunia yang kuciptakan
Entah bagaimana aku harus mengucapkan "terima kasih"
Seperti tak mampu lagi aku ungkapkan kata itu, karena semuanya lebih daripada itu.


Kendati hilang namun aku menemukan
Kendati pergi, namun kembali
Biarlah angan sakitku hilang ditelan malam
dan angan indahku kembali bersama sang fajar 


-Aku yang berterima kasih untuk semuanya. Dan jika kamu membaca ini, aku ingin tahu jika.. terima kasihku tak cukup untuk kebaikanmu-

Rabu, 14 Maret 2012

Satu namun Dua

Aku merasa beku.
Semuanya dingin
Tak lagi ada hangat.

Aku merasa cahaya
Terang benderang
Sinarnya memenuhi harapan


Penat dan pekat menjadi satu.. Aku kehilangan langkah yang menuntunku.. Entah dimana aku

Cahaya itu ada dan aku ingin terus di dalamnya..Kembali mulai kudapatkan.. Dan aku berada di titikku


Dua jiwaku berisyarat..
Satu tubuh, dua jiwa yang berteriak.

Minggu, 11 Maret 2012

Seperti yang dirasakan Hawa

Aku mencintaimu seperti cinta Hawa kepada Adam
Aku ingin memilikimu seperti Hawa ingin memiliki Adam
Merasa bahwa tidak ada manusia lain selain Adam dan memang tidak ada yang lainnya
Jika bukan kepada Adam, kepada siapa lagi dia akan menyerahkan dirinya?
Jika bukan Adam yang ada di sampingnya, siapa lagi yang akan selalu menemaninya?
Itulah artimu di hidupku. Tidak ada lagi yang lain selain dirimu, tak ada lagi yang akan menghuni hatiku jika bukan kamu.
Jadikan aku sebagai tulang rusukmu, seperti Tuhan menjadikan Hawa dari tulang rusuk Adam.
Dekaplah aku seperti ketika Adam mendekap Hawa di tengah taman Eden.
Telusuri hatiku, rasakan sinar mataku ketika menatapmu, Adamku.
Cintailah aku dan miliku aku, selamanya hanya untukmu.
Rasakan keberadaanku dan biarlah keturunan kita pun hadir di bumi, karena begitu pula yang telah dilakukan Adam dan Hawa..
Biarlah walaupun nanti aku dan kamu telah tiada.. Kita memiliki permata hati sebagai tanda cinta kita.


Itu harapku yang telah jatuh cinta kepadamu



Kamis, 08 Maret 2012

Bening

terbias dalam gelap
kumencoba merajut kepingan hati yang tersisih
menyulam cahaya dibalik tembok rapuh
berdiri diatas bongkahan karang dan mengelu2kan
kemilau perak yang berkilauan lalu pudar ditelan
malam. entah kapan selesai dan entah apakah
warnanya akan kembali....

Selasa, 06 Maret 2012

Tak lagi ada

Jiwa yang sendu terpaku pada bimbang
Berusaha untuk memberikan yang terakhir di jiwa
Mengoyak nurani mematikan sanubari
Ketika hati dan pikiran tak lagi senada
Maka yang tersisa hanya kematian yang tertunda


Mengapa bayang-bayang selalu ada ketika ada cahaya?
Mengapa cahaya tak selalu datang untuk menghadirkan penerangan?
Mengapa dunia tak selalu memberikan senyum dan kemudian hanya memberikan sakit yang menyiksa hingga pedih terasa?


Ahh... entah apa yang ada.. Terasa semua sudah sirna.. Selamat tinggal dunia.

Jakarta, 01.05 am

-jiwa yang terkoyak-


Time to say goodbye

Akhirnya harus diakhiri juga
Semua yang telah dilewati selama bertahun-tahun harus ditinggalkan 
Semuanya tidak bisa lagi sama seperti dulu

Aku akan melangkah menuju cahaya. 
Bersama kelabu aku akan berjalan menuju terang mencari kehidupan
Aku berharap aku mampu menjalani semuanya tanpamu dan aku pasti mampu
Aku mengakhirinya dan ini telah berakhir
Air mataku memang tertumpah dan aku menangis. Sangat sedih. 
Sangat sakit dan merasa bahwa hari esok tak akan datang. 
Bahwa bahagia mungkin akan sulit kembali aku temukan
Aku telah kehilangan tawamu, belaian dan kecupan mesramu, kata-kata indahmu disaat pagiku
Aku telah kehilangan itu. Akankah aku mampu melewati semua ini?
Rasanya ingin mati merasakan sakit yang luar biasa. 
Rasanya ingin tidak pernah dilahirkan daripada merasakan pedih ini. 
Kamu telah pergi.. Aku pun menjauh
Aku tak ingin lagi semua terulang. Segala yang indah.. 
Apakah ini mimpi? Jika ini memang mimpi tolong bangunkan aku.. 
Jangan biarkan aku menangis dalam tidurku. Terisak sampai sesak di dada dan sakit di hati. 

Masa depanku disana
Kamu ada di belakang

Masa depanku menanti
Kamu tak lagi akan kutemui

Aku menari bersama duka. Malam ini. 
Semoga esok matahari di hati bersinar menerangi nurani agar aku tak lagi merasa sendiri dan kemudian kehilangan akal sehatku untuk memulai hari

Aku akan begini entah sampai kapan. 

Aku hanya ingin mencintai kekasihku saat ini. Selesai sudah semua masa lalu, tertutup sudah kisah lamaku. Buku usang itu akan aku masukan dalam kotak pandora, dan ingin kuganti dengan cerita indah yang lebih nyata. 

Akankah kekasihku mencintai aku? 
Akankah dia peduli padaku?
Aku hanya ingin menjaganya dan memberikan yang terakhir untuknya.. 

Tapi apakah cinta kali ini akan berpihak padaku? Ataukah aku harus mencari dan sementara itu akan merasa sendiri lagi? 

Tak banyak yang kutemui dalam perjalan hidup ini. Jika bukan diriku yang berusaha berdiri sendiri, akankah ada seseorang yang akan menopangku? Aku ragu akan itu.. 

Cepat atau lambat aku akan kembali pada jalanku
Cepat atau lambat masa lalu akan terlupa dan masa depan selalu menanti.. 


Jakarta, 12.59
-yang terakhir untuk yang pertama- 


.. dan kembali juga..

Kalbu itu perlahan lenyap
Sendu itu perlahan pudar
Aku menatap mentari dan berteduh dalam cahayanya
Aku meringankan tubuhku dan kepakkan sayapku menuju cakrawala jingga yang kurindukan
Nirwana itu menyambut sang mega yang tak lagi mendung
Nirwana itu mengucapkan isyarat cinta, tempat aku pada akhirnya menyembunyikan sayapku dan menjadi manusia nyata
Aku ingin tersenyum, tertawa, menari.. dan menjadi bahagia
Bahagia karena cinta.. 
Teringat karena ada dia yang memberikan warna.. dan jurang tak lagi ada di hadapanku, namun pelangi yang kerap mengiringi langkahku
Begitu mudah dunia berubah
Begitu cepat waktu berlalu
Selamat datang di duniaku, wahai Cinta.. 




- Aku yang mulai bercahaya-  

Jumat, 02 Maret 2012

Aku dan Kamu dan akhirnya AKU

Duniaku bukanlah duniamu
Diriku tentu bukan dirimu
Apa yang aku rasa, kamu tidak akan pernah tahu
Mengapa aku marah, berteriak, menangis, meraung, kamu tidak akan menyadari dan tidak akan tahu mengapa
Aku dan kamu memang berbeda.
Dibesarkan dari dunia yang berbeda, tentu semuanya akan terasa berbeda.
Aku adalah aku yang merasa semuanya salah dalam duniaku
Kamu adalah orang yang merasa bahwa duniamu adalah di tengah bahagia
Aku dan kamu adalah dua pribadi yang tumbuh dalam satu waktu tapi memiliki dimensi yang berbeda
Sangat disayangkan kita tidak bisa bertukar peran. Seandainya kamu jadi aku, kuatkah kamu?
Seandainya aku jadi kamu, bisakah aku bahagia?
Aku dan kamu sama-sama memiliki tawa, bedanya tawaku hampa dan tawamu suka.
Sial.
Bagaimanapun juga aku tetap aku. Ketika aku tidur dan kemudian terbangun, aku masihlah aku. Aku bukanlah aku ketika aku menyangkal bahwa diriku adalah aku, namun tidak mungkin selamanya aku menyangkal bahwa aku adalah AKU
Aku harus temukan dia.. Itu jawabannya.. setelah itu semuanya akan menjadi lebih baik.

Rabu, 29 Februari 2012

CINTA

Cinta yang murni.. Cinta yang sejati.. yang tak mengenal kedengkian dan iri hati, yang selalu menimangku dalam kebahagiaan dalam sunyi, yang tak memberikan apa-apa kelihatannya, namun telah memberikan sesuatu yang paling luar biasa.
Cinta yang hidup dan menangis. Cinta yang telah buatku begini, mengharapkan seseorang untuk merengkuhku dan kemudian mencintaiku sungguh begitu dalam tanpa syarat, tanpa harta yang paling berharga yang dianggap oleh dunia. Mungkinkah CINTA itu benar-benar ada?
tiba-tiba aku teringat. Cinta yang aku maksud itu memang ada, namun aku tak akan pernah bisa memiliknya. Cinta itu diciptakan bukan untuk aku. Cinta itu telah pergi. Padahal Cinta itu adalah cinta paling sempurna yang pernah aku dapatkan, sayang.. kesempurnaan itu memang bukan untukku.

Sekarang dimana CINTA itu? Yang memang tercipta untukku? Adakah cinta sesempurna yang pernah aku rasa? Aku sangsi untuk melihat keberadaannya..
Aku tak percaya jika ada CINTA kedua dari cinta paling sempurna yang pernah mampir di hidupku kala itu.



Haruskah menanti ?

Kemanakah kamu yang kusayangi? Yang telah kuberikan harapanku untuk  bisa menjadi milikku dan bersamaku mengisi hari yang terasa sepi.
Aku tak menemuimu dimanapun.. Aku tak merasakan kamu dimanapun.. Apakah kamu telah pergi dan menghilang tanpa pesan? Dan kemudian aku kembali pada dunia sepiku? Tanpa tawa dan candamu? Tanpa teriakan dan lantunan suaramu? 
Kemanakah kamu yang telah memiliki hatiku? Mengapa kamu tak ada disini saat aku membutuhkanmu? Pentingkah duniaku bagimu? Ataukah kamu nyaman dengan duniamu dan tak bermaksud untuk keluar dari sana? Padahal aku disini menunggumu dan berharap duniamu dan duniaku bisa dibagi bersama.. Tapi aku rasa kamu belum siap.. Sampai kapan aku harus menanti? Ataukah aku harus pergi?


Aku yang menanti, entah sampai kapan aku bisa begini.. 

Amarah

Selaput hati yang terkoyak dalam tekanan dan dicerai beraikan amarah dan api cemburu telah jadikan aku sebuah tonggak yang berdiri dalam kekuatan purnama merah.
Begitu terang cahayanya dan kegelapan tak kan bisa memadamkannya.
Aku telah tinggalkan hati yang hancur dan terkoyak dan kuganti dengan sesuatu yang buatku menjadi lebih kokoh dan tegak untuk berdiri, tapi entah sampai kapan ini akan menjadi  nyata dan akan tegar, kokoh tetap ada.

Hal tentang Cinta

Telah lama aku mencoba, namun jiwa belom bisa, namun diri belum mampu
Telah lama aku meraba, mencoba menemukan apa yang kucari dalam dunia, namun hati masih merindu dan hati masih terasa sendu.
Dimanakah kebahagiaan ku akan cinta? Dimanakah cinta itu sendiri?
Aku berjalan dan tak mampu lagi mengangkat kepala karena begitu berat beban yang ada, dan begitu dalam suatu kepekatan dalam duka yang terasa.
Seandainya dunia mampu berkata-kata tentang isyarat cinta secara nyata, tak perlulah aku begini jadinya.
Seandainya cinta yang kucari tak tersembunyi, maka tak perlulah aku menanti.
Tapi kebahagiaan akan cinta memang tak semata-mata akan menampakan dirinya, mungkin karena aku mencari maka aku akan mampu untuk mencintai secara pasti, jika tidak.. maka aku akan menyia-nyiakan cinta yang ada..


Aku yang mencari cinta dan terkadang lelah karena nyeri yang terasa
Dimana Sang Cinta?
-Aku yang merindu-

Minggu, 19 Februari 2012

Tanya

Siang ini aku merasakan sepi..
Bertanya dalam hati akankah kau pergi
Adakah arti dari mimpi yang kualami bahwa aku akan menangis dan engkau akan pergi?
Aku berkaca di tengah telaga hitam dan memang tak ada yang bisa kudapatkan
Aku merangkak menuju pekat malam bukannya belaian sang fajar yang memberikan mentari merahnya
Aku terdiam dalam balutan sepi, dan menjadi malaikat tanpa sayap yang lemah dan hilang ditelan dunia
Aku dan bimbang
Nestapa dan duka
Jiwa yang hilang, tak kembali, menepi, yang entah dimana akan kutemui..

Rasaku

Aku ingin memberikanmu cinta yang belum pernah kau rasakan sebelumnya
Aku ingin menyejukan dahagaku untuk mencintaimu dengan air cinta kasih yang tak ada habisnya mengalir untukmu
Aku ingin selalu ada di dekatmu dan merengkuhmu erat, sama seperti pertama kali aku mendapatkanmu dan mendekapmu dalam kehangatanku
Aku ingin mengutarakan isyarat cinta kepadamu bahwa engkau kini yang beroleh hatiku dan utuh tanpa kekurangan di dalamnya...

Selasa, 24 Januari 2012

Hadir Kembali

Hay, kekasihku...apa kabarmu?
Akhirnya aku datang kembali kepadamu. Akhirnya duniaku dan kamu berdampingan kembali.
Bagaimana ke depannya? Tentang segala perbedaan kita? Aku belum tahu apa jawabnya. Yang aku tahu aku sangat mencintaimu, dan jika cinta dikatakan buta, ya, dia memang buta. Dia tidak memilih, tapi dia dipilih, dipilih oleh karena kebutaan. Cinta memang diluar logika. Orang lain akan berpikir kita kehilangan akal sehat karena kita saling mencintai, mengagumi tanpa batas. Diluar nalar semua yang kita lakukan karena cinta. Karena cinta pula aku masih disini dan mengharapkan kita bersatu. Karena cinta pula aku bisa meninggalkan semua yang membuatku kehilangan dunia cintaku. Karena cinta pula aku mampu bertahan sampai saat ini... bagaimana kedepannya, Cinta? Aku telah mempertahankan cinta dengan keseluruhan jiwa dan ragaku, dan akankah cinta menyatukan kita, kekasihku? Seharusnya Sang Cinta bisa menjadi adil..dan aku akan sangat bahagia karena telah bersamamu selamanya...

Jakarta, 25 Januari 2012
11.07
Aku yang dimabuk cinta dan terpanah asmara...

Senin, 23 Januari 2012

Pulang

Aku kembali pada menara kokohku..
Kembali mendapatkan apa yang ingin aku tinggalkan.
Mentariku akan kembali menghangatkan, pelita di dalam menara juga akan menyelimuti aku kembali dengan cahayanya..

Minggu, 22 Januari 2012

Perubahan

Terima sajalah semuanya tidak akan kembali seperti dulu. Semuanya telah berubah. Apa yang telah dipecahkan, sisa2nya tidak akan bisa kembali menjadi sediakala. Kamu sudah tidak bisa lagi mempercayaiku, aku pun sudah tidak bisa lagi ada di sampingmu. Perlahan dunia kita akan berubah, seiring dengan perubahan sikap kita, dan semakin tingginya ego menguasai. Perlahan aku dan kamu akan menjauh, dan tak ada lagi cerita aku dan kamu, yang ada hanyalah kenangan yang kemudian akan hilang ditelan waktu. Sudah berkali-kali aku katakan itu, namun kamu tak juga percaya padaku. Hari ini aku akan memiliki waktuku sendiri, menjalani apa yang ingin kujalani, tanpa kamu...tanpa siapapun yang berusaha menjauhkan aku dari diriku sendiri...

Jakarta, 23 Januari 2012
09:48
Tangis tanpa suara...

Menaraku Runtuh

Pilar-pilarnya hancur berantkan..tak ada lagi cahaya sudah. Kegelapan yang ada, meliputi menara jingga. Aku melarikan diri dari reruntuhan puing-puing sang menara. Tak ada lagi tempat untukku berlindung. Tak ada lagi tempatku untuk menyembunyikan diri kala aku merasakann badai yang luar biasa dahsyatnya diluar sana.. kendati menara itu telah hancur, dan tinggal reruntuhan, aku akan tetap menyimpan memori itu, kenangan akan sang menara yang kokoh di dalam hatiku. Aku akan meninggalkannya dengan sejuta kenangan yang selalu membekas di hatiku...
Hilanglah menaraku, hancurlah jiwaku, menjadi debu dan tak tahu akankah menjadi satu kembali jiwaku yang telah hilang tak berbekas.
Menaraku...

Jakarta, 22 Januari 2012
23:47
Runtuh sudah...

Sabtu, 21 Januari 2012

Ku ingin kembali

Kuhabiskan senja bersamamu..menjalani kebahagiaan yang telah lama kutepiskan. Kupeluk kembali dirimu dan kurengkuh senyummu dalam jiwaku, yang rasanya ingin selalu kusimpan dalam kotak cintaku
Menaraku, betapa ingin aku selalu ada di sampingmu, merasakan kecup hangatmu dan kehadiranmu yang sungguh berarti di hidupku.
Tak mampu kutinggalkan menara yang telah berikan aku kehangatan untuk waktu yang lama. Akan tetap aku ada di dalammu, kendati aku hanya menempati ruang bawah tanah yang dingin, namun setidaknya mampu melindungi aku dari matahari yang terik, hujan badai, dan bahaya yang mengancam diluar sana.
Menara jinggaku...aku kembali

Kamis, 19 Januari 2012

Kerinduanku

Dalam setiap kepenatan akan ada ruang untuk mengambil napas panjang dan meyakinkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dalam setiap keadaan yang buatku merasa sendiri, akan ada seseorang datang dan mengatakan jika aku akan menjadi yang terbaik bagi hidupnya.. Aku lelah menghadapi berbagai realita yang ada.. Aku ingin melarikan diri dari semuanya, tapi kemana? kemana aku akan melangkah? atau haruskah aku mencari? Mencari suatu kepastian, mencari tempat yang akan membuatku nyaman??

Yang aku tahu, sekarang aku disini hanya sendiri dan mengharapkan seseorang yang akan merengkuh aku dengan erat dengan sayap-sayapnya dan menegakkan sayap-sayap patahku untuk dapat kembali terbang setelah terobati oleh suatu rasa yang pasti saling memiliki.


Jakarta, 19 January 2012
Aku merindukanmu..

Sang Menara Jingga

Jadi pada hari ini aku mencoba.. Mencoba untuk membuka pikiran akan dunia baruku dan membuka hati untuk hati baru yang bisa mencintaiku.. Cinta? Sebaiknya aku koreksi kata-kata itu.. Sayang, mungkin.
Aku berharap akan menemukan menara kokoh yang akan menjadi tempatku bernaung, memberikan aku kehangatan yang selama ini aku rindukan. Aku coba menanti menara yang akan menerima aku apa adanya.. dan memberikan tempat perlindungan sejati yang akan membawaku pada kebahagiaan yang akan kudapatkan di kehidupan baru yang sebelumnya pernah aku masuki tapi harus aku tinggalkan, karena suatu hal yang berbeda. Perbedaan yang tidak bisa untuk disatukan.
Kembali aku teringat pada dia ketika aku membicarakan perbedaan ini. Siapkah aku melepaskannya?
Siapkah aku melepaskan seseorang yang aku cintai karena perbedaan ini?
Bagaimanakah aku harus menyikapinya? Berpaling pada menara yang lain,yang masih aku ragukan pelitanya, ataukah mempertahankan menara yang telah lama kutinggali dengan pelita yang selalu bercahaya dan berhasil menghangatkan aku kala aku merasa kedinginan dari luar menara??
Aku merasa aku adalah orang yang jahat saat ini karena aku meninggalkan menara yang selama ini telah menjadi tempat bagi aku untuk berlindung. Tempat yang selama ini menjadi tempat pelarianku dari dunia yang mencoba hancurkanku. Menara yang selalu ada, dia statis, tidak bergerak, ketika aku ingin berada di dalamnya.
Aku pasti akan sangat merindukan menara itu. Menara yang indah, yang kokoh, yang hangat, tidak pernah akan tergantikan oleh menara manapun. Kendati aku menemukan menara baru yang bisa berikan aku kehangatan, pasti akan terasa berbeda dengan menara yang telah berikan aku kenyamanan di dalamnya selama bertahun-tahun.
Aku akan sangat merindukan menara itu. Aku sangat mencintainya..
Mencintai sebuah menara yang dulu tidak sekokoh sekarang, tapi aku telah mencoba untuk membangunnya menjadi lebih kokoh. Kejamnya aku yang telah meninggalkan menara yang selalu ada untuk aku. Jahatnya aku telah mengkhianati menaraku demi menara lain yang belum jelas rasanya padaku.

Kepada siapa aku harus mencurahkan kekecewaanku akan keadaan? Akan perbedaan? Akan segala sesuatu yang membuatku harus angkat kaki dari menara itu. Menara Jinggaku.. Ya.. Dia telah pergi.. Tidak, aku yang pergi pertama dan kemudian dia pun akan pergi.. Akan menghilang, dan kemudian dia menjadi fatamorgana di tengah padang tandus. Menara Jinggaku.. Menaraku.. Dia pergi.

Rabu, 18 Januari 2012

Memilih dan Dipilih

Hari ini aku mencoba menemukan dimana cinta berada..
Tapi belum juga aku menemukannya, aku sudah terlelah oleh tiupan angin kencang yang terus menerus menerpaku
Beberapa kali aku jatuh tersungkur dan kakikku terantuk batu  tapi belum juga aku menemukan keberadaanya
Entah kapan aku mampu menemukan sejatinya dari cinta
Cinta yang akan datangkah? Atau memang perlukah aku mencarinya.
Aku temukan 2 persimpangan yang membawaku pada jalan yang berbeda. Keduanya indah jalannya dan menggoda dengan bunga-bunganya.. Tapi apakah yang akan aku temui nanti ketika aku sampai pada ujungnya?
Dan aku memutuskan untuk terdiam di tengan persimpangan itu. Menunggu angin kencang berhenti berhembus, walaupun malam mulai datang, tapi aku akan tetap diam disini dan membangun kemahku sendiri, sebelum nantinya aku akan menemukan menara kokoh yang akan menjadi tempat berlindungku.

Selasa, 17 Januari 2012

Kepada yang tercinta

Sayang,  bisakah kau rasakan jemariku yang merengkuh tanganmu, yang ada selalu untukmu? Sepasang lenganku yang akan selalu menjagamu dan melindungimu?
Sayang, bisakah kau rasakan desah nafasku yang kuhembuskan hanya demi kamu? Untuk setiap detak jantung dan denyut nadiku pun hanya kamu yang memilikinya.
Kendati tak mungkin bagi aku dan kamu untuk bersama, aku akan tetap menjaga perasaan di dalam hati dan tak akan terganti perasaan ini. Kelak aku akan merasakan sesaknya nafasku di dalam relung jiwaku, menyadari kamu tak lagi disisi, dan apa yang kini kurengkuh dengan jemarikku akan berubah menjadi angin yang kemudian berhembus entah kemana..
Sayangku, hanya kepadamu kuletakkan hidupku, nasibku dan kebahagiaanku. Hanya kepadamu ingin kuserahkan duniaku. Tapi aku tersadar, suatu waktu nanti aku akan terbangun dari tidurku dan aku telah kehilangan separuh dari duniaku.
Aku telah kehilangan denyut nadiku, desah nafasku dan entah bagaimana aku akan hidup.
Sayangku, jika suatu hari kamu membaca apa yang aku tulis ini, aku hanya ingin aku tahu jika aku mencintaimu, meski aku tak bisa untuk memilikimu.
Aku akan berdoa untuk kamu yang kukasihi dengan ketulusanku.
Aku akan selalu menjagamu meski tak nyata kurengkuh engkau dengan jemariku.
Kekasihku, sayangku, pujaanku, impianku, perlahan kamu akan melangkah pergi, dan aku tetap akan terdiam disini. Maafkan aku atas semua hal yang menyakitimu dan mengekangmu seperti dalam penjara dingin yang tanpa cahaya.
Aku mencintaimu sungguh dengan ketulusanku.. Tapi..biarlah apa yang terjadi kini, hanya menjadi sepenggal mimpi indah yang akan sirna ketika kuterbangun nanti meski tetap akan tersimpan di dalam hati

Jakarta, 18 January 2012
Dalam cinta yang teramat dalam kepada sang kekasih

Perpisahan

Aku coba berpikir dan berusaha untuk memenangkan saja hatimu, kendati aku harus melepaskan semua yang berharga di hidupku.
Aku berpikir dan kemudian aku tersadar jika kamu dan aku memang berbeda. Mau bagaimanapun kita akan disatukan, tetap akan tersakiti. Bukannya memperoleh suka, tapi malah luka yang tergores. Bukannya memperoleh bahagia, namuan air mata yang akan tercurah. 
Kejamnya keadaan yang mempertemukan kita. Dan kemudian siapakah yang bisa disalahkan? 
Ini salahku dan kamu. Ya.. kita bermain api dan kemudian kita sendiri yang terbakara dan terluka. 
Aku mencintaimu dengan kelebihan dan kekuranganmu. Tapi kemudian aku tersadar.. 
Menara itu bukanlah kamu.. Aku tinggal menunggu waktu untuk keluar dari sang menara dan beranjak menuju menara yang lain. 
Aku dan kamu sama-sama terluka.. tapi aku bukanlah juga menaramu.. 



Kamis, 05 Januari 2012

Tangis tanpa suara

aku ingin hidup dengan barisan puisi yang mengisi relung-relung jiwaku
yang hidup dan mati dalam nama cinta
yang tersiksa karena adanya dusta dan kemudian bahagia dalam rengkuhan purnama jingga
aku sendiri dalam keramaian
dan aku berteriak dalam kesunyian pekat
tanpa nada, tanpa suara, tanpa melodi apapun yang menggema di jiwa
telah lama kutemukan kematian sang pelita
telah lama kutemukan kematian sang jiwa yang merana
coba berontak namun tak guna
coba menyerang namun tak kuasa
pekat dan hitamku dalam lantunan nyanyian sang malaikat  hitam yang terbang pergi menuju menara jingga itu membuatku tak berdaya dan tak lagi mampu ucapkan kata-kata
hancurkan duniaku, dia yang menginginkannya
hancurkan nyawaku dalam permainan sangkakalanya. Apa maunya? dia hancurkan semuanya. Dia berikan sembilu yang melukai hati, dia berikan tangis yang menyesak di dada
Pedihku adalah nyanyiannya
Tangisku adalah sukanya
Kejamnya dalam tarian nirwananya, dan kesedihannya tak kan ada selama aku terus terluka
Ohh..jiwa fana yang mengharap fajar.. jiwa fana yang bergulir dalam malam, yang teronggok dan mati ditelan bumi, yang terluka dalam nestapa

tanpa jiwa.. tanpa suara.. tak  bernyawa..

aku sendiri disini, masih melantukan nyanyian sunyi.. akankah kutemukan cahaya untuk hilangkan segala luka??



Jakarta, 05 January 2012