Pilar-pilarnya hancur berantkan..tak ada lagi cahaya sudah. Kegelapan yang ada, meliputi menara jingga. Aku melarikan diri dari reruntuhan puing-puing sang menara. Tak ada lagi tempat untukku berlindung. Tak ada lagi tempatku untuk menyembunyikan diri kala aku merasakann badai yang luar biasa dahsyatnya diluar sana.. kendati menara itu telah hancur, dan tinggal reruntuhan, aku akan tetap menyimpan memori itu, kenangan akan sang menara yang kokoh di dalam hatiku. Aku akan meninggalkannya dengan sejuta kenangan yang selalu membekas di hatiku...
Hilanglah menaraku, hancurlah jiwaku, menjadi debu dan tak tahu akankah menjadi satu kembali jiwaku yang telah hilang tak berbekas.
Menaraku...
Jakarta, 22 Januari 2012
23:47
Runtuh sudah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar