Selasa, 24 Januari 2012

Hadir Kembali

Hay, kekasihku...apa kabarmu?
Akhirnya aku datang kembali kepadamu. Akhirnya duniaku dan kamu berdampingan kembali.
Bagaimana ke depannya? Tentang segala perbedaan kita? Aku belum tahu apa jawabnya. Yang aku tahu aku sangat mencintaimu, dan jika cinta dikatakan buta, ya, dia memang buta. Dia tidak memilih, tapi dia dipilih, dipilih oleh karena kebutaan. Cinta memang diluar logika. Orang lain akan berpikir kita kehilangan akal sehat karena kita saling mencintai, mengagumi tanpa batas. Diluar nalar semua yang kita lakukan karena cinta. Karena cinta pula aku masih disini dan mengharapkan kita bersatu. Karena cinta pula aku bisa meninggalkan semua yang membuatku kehilangan dunia cintaku. Karena cinta pula aku mampu bertahan sampai saat ini... bagaimana kedepannya, Cinta? Aku telah mempertahankan cinta dengan keseluruhan jiwa dan ragaku, dan akankah cinta menyatukan kita, kekasihku? Seharusnya Sang Cinta bisa menjadi adil..dan aku akan sangat bahagia karena telah bersamamu selamanya...

Jakarta, 25 Januari 2012
11.07
Aku yang dimabuk cinta dan terpanah asmara...

Senin, 23 Januari 2012

Pulang

Aku kembali pada menara kokohku..
Kembali mendapatkan apa yang ingin aku tinggalkan.
Mentariku akan kembali menghangatkan, pelita di dalam menara juga akan menyelimuti aku kembali dengan cahayanya..

Minggu, 22 Januari 2012

Perubahan

Terima sajalah semuanya tidak akan kembali seperti dulu. Semuanya telah berubah. Apa yang telah dipecahkan, sisa2nya tidak akan bisa kembali menjadi sediakala. Kamu sudah tidak bisa lagi mempercayaiku, aku pun sudah tidak bisa lagi ada di sampingmu. Perlahan dunia kita akan berubah, seiring dengan perubahan sikap kita, dan semakin tingginya ego menguasai. Perlahan aku dan kamu akan menjauh, dan tak ada lagi cerita aku dan kamu, yang ada hanyalah kenangan yang kemudian akan hilang ditelan waktu. Sudah berkali-kali aku katakan itu, namun kamu tak juga percaya padaku. Hari ini aku akan memiliki waktuku sendiri, menjalani apa yang ingin kujalani, tanpa kamu...tanpa siapapun yang berusaha menjauhkan aku dari diriku sendiri...

Jakarta, 23 Januari 2012
09:48
Tangis tanpa suara...

Menaraku Runtuh

Pilar-pilarnya hancur berantkan..tak ada lagi cahaya sudah. Kegelapan yang ada, meliputi menara jingga. Aku melarikan diri dari reruntuhan puing-puing sang menara. Tak ada lagi tempat untukku berlindung. Tak ada lagi tempatku untuk menyembunyikan diri kala aku merasakann badai yang luar biasa dahsyatnya diluar sana.. kendati menara itu telah hancur, dan tinggal reruntuhan, aku akan tetap menyimpan memori itu, kenangan akan sang menara yang kokoh di dalam hatiku. Aku akan meninggalkannya dengan sejuta kenangan yang selalu membekas di hatiku...
Hilanglah menaraku, hancurlah jiwaku, menjadi debu dan tak tahu akankah menjadi satu kembali jiwaku yang telah hilang tak berbekas.
Menaraku...

Jakarta, 22 Januari 2012
23:47
Runtuh sudah...

Sabtu, 21 Januari 2012

Ku ingin kembali

Kuhabiskan senja bersamamu..menjalani kebahagiaan yang telah lama kutepiskan. Kupeluk kembali dirimu dan kurengkuh senyummu dalam jiwaku, yang rasanya ingin selalu kusimpan dalam kotak cintaku
Menaraku, betapa ingin aku selalu ada di sampingmu, merasakan kecup hangatmu dan kehadiranmu yang sungguh berarti di hidupku.
Tak mampu kutinggalkan menara yang telah berikan aku kehangatan untuk waktu yang lama. Akan tetap aku ada di dalammu, kendati aku hanya menempati ruang bawah tanah yang dingin, namun setidaknya mampu melindungi aku dari matahari yang terik, hujan badai, dan bahaya yang mengancam diluar sana.
Menara jinggaku...aku kembali

Kamis, 19 Januari 2012

Kerinduanku

Dalam setiap kepenatan akan ada ruang untuk mengambil napas panjang dan meyakinkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dalam setiap keadaan yang buatku merasa sendiri, akan ada seseorang datang dan mengatakan jika aku akan menjadi yang terbaik bagi hidupnya.. Aku lelah menghadapi berbagai realita yang ada.. Aku ingin melarikan diri dari semuanya, tapi kemana? kemana aku akan melangkah? atau haruskah aku mencari? Mencari suatu kepastian, mencari tempat yang akan membuatku nyaman??

Yang aku tahu, sekarang aku disini hanya sendiri dan mengharapkan seseorang yang akan merengkuh aku dengan erat dengan sayap-sayapnya dan menegakkan sayap-sayap patahku untuk dapat kembali terbang setelah terobati oleh suatu rasa yang pasti saling memiliki.


Jakarta, 19 January 2012
Aku merindukanmu..

Sang Menara Jingga

Jadi pada hari ini aku mencoba.. Mencoba untuk membuka pikiran akan dunia baruku dan membuka hati untuk hati baru yang bisa mencintaiku.. Cinta? Sebaiknya aku koreksi kata-kata itu.. Sayang, mungkin.
Aku berharap akan menemukan menara kokoh yang akan menjadi tempatku bernaung, memberikan aku kehangatan yang selama ini aku rindukan. Aku coba menanti menara yang akan menerima aku apa adanya.. dan memberikan tempat perlindungan sejati yang akan membawaku pada kebahagiaan yang akan kudapatkan di kehidupan baru yang sebelumnya pernah aku masuki tapi harus aku tinggalkan, karena suatu hal yang berbeda. Perbedaan yang tidak bisa untuk disatukan.
Kembali aku teringat pada dia ketika aku membicarakan perbedaan ini. Siapkah aku melepaskannya?
Siapkah aku melepaskan seseorang yang aku cintai karena perbedaan ini?
Bagaimanakah aku harus menyikapinya? Berpaling pada menara yang lain,yang masih aku ragukan pelitanya, ataukah mempertahankan menara yang telah lama kutinggali dengan pelita yang selalu bercahaya dan berhasil menghangatkan aku kala aku merasa kedinginan dari luar menara??
Aku merasa aku adalah orang yang jahat saat ini karena aku meninggalkan menara yang selama ini telah menjadi tempat bagi aku untuk berlindung. Tempat yang selama ini menjadi tempat pelarianku dari dunia yang mencoba hancurkanku. Menara yang selalu ada, dia statis, tidak bergerak, ketika aku ingin berada di dalamnya.
Aku pasti akan sangat merindukan menara itu. Menara yang indah, yang kokoh, yang hangat, tidak pernah akan tergantikan oleh menara manapun. Kendati aku menemukan menara baru yang bisa berikan aku kehangatan, pasti akan terasa berbeda dengan menara yang telah berikan aku kenyamanan di dalamnya selama bertahun-tahun.
Aku akan sangat merindukan menara itu. Aku sangat mencintainya..
Mencintai sebuah menara yang dulu tidak sekokoh sekarang, tapi aku telah mencoba untuk membangunnya menjadi lebih kokoh. Kejamnya aku yang telah meninggalkan menara yang selalu ada untuk aku. Jahatnya aku telah mengkhianati menaraku demi menara lain yang belum jelas rasanya padaku.

Kepada siapa aku harus mencurahkan kekecewaanku akan keadaan? Akan perbedaan? Akan segala sesuatu yang membuatku harus angkat kaki dari menara itu. Menara Jinggaku.. Ya.. Dia telah pergi.. Tidak, aku yang pergi pertama dan kemudian dia pun akan pergi.. Akan menghilang, dan kemudian dia menjadi fatamorgana di tengah padang tandus. Menara Jinggaku.. Menaraku.. Dia pergi.

Rabu, 18 Januari 2012

Memilih dan Dipilih

Hari ini aku mencoba menemukan dimana cinta berada..
Tapi belum juga aku menemukannya, aku sudah terlelah oleh tiupan angin kencang yang terus menerus menerpaku
Beberapa kali aku jatuh tersungkur dan kakikku terantuk batu  tapi belum juga aku menemukan keberadaanya
Entah kapan aku mampu menemukan sejatinya dari cinta
Cinta yang akan datangkah? Atau memang perlukah aku mencarinya.
Aku temukan 2 persimpangan yang membawaku pada jalan yang berbeda. Keduanya indah jalannya dan menggoda dengan bunga-bunganya.. Tapi apakah yang akan aku temui nanti ketika aku sampai pada ujungnya?
Dan aku memutuskan untuk terdiam di tengan persimpangan itu. Menunggu angin kencang berhenti berhembus, walaupun malam mulai datang, tapi aku akan tetap diam disini dan membangun kemahku sendiri, sebelum nantinya aku akan menemukan menara kokoh yang akan menjadi tempat berlindungku.

Selasa, 17 Januari 2012

Kepada yang tercinta

Sayang,  bisakah kau rasakan jemariku yang merengkuh tanganmu, yang ada selalu untukmu? Sepasang lenganku yang akan selalu menjagamu dan melindungimu?
Sayang, bisakah kau rasakan desah nafasku yang kuhembuskan hanya demi kamu? Untuk setiap detak jantung dan denyut nadiku pun hanya kamu yang memilikinya.
Kendati tak mungkin bagi aku dan kamu untuk bersama, aku akan tetap menjaga perasaan di dalam hati dan tak akan terganti perasaan ini. Kelak aku akan merasakan sesaknya nafasku di dalam relung jiwaku, menyadari kamu tak lagi disisi, dan apa yang kini kurengkuh dengan jemarikku akan berubah menjadi angin yang kemudian berhembus entah kemana..
Sayangku, hanya kepadamu kuletakkan hidupku, nasibku dan kebahagiaanku. Hanya kepadamu ingin kuserahkan duniaku. Tapi aku tersadar, suatu waktu nanti aku akan terbangun dari tidurku dan aku telah kehilangan separuh dari duniaku.
Aku telah kehilangan denyut nadiku, desah nafasku dan entah bagaimana aku akan hidup.
Sayangku, jika suatu hari kamu membaca apa yang aku tulis ini, aku hanya ingin aku tahu jika aku mencintaimu, meski aku tak bisa untuk memilikimu.
Aku akan berdoa untuk kamu yang kukasihi dengan ketulusanku.
Aku akan selalu menjagamu meski tak nyata kurengkuh engkau dengan jemariku.
Kekasihku, sayangku, pujaanku, impianku, perlahan kamu akan melangkah pergi, dan aku tetap akan terdiam disini. Maafkan aku atas semua hal yang menyakitimu dan mengekangmu seperti dalam penjara dingin yang tanpa cahaya.
Aku mencintaimu sungguh dengan ketulusanku.. Tapi..biarlah apa yang terjadi kini, hanya menjadi sepenggal mimpi indah yang akan sirna ketika kuterbangun nanti meski tetap akan tersimpan di dalam hati

Jakarta, 18 January 2012
Dalam cinta yang teramat dalam kepada sang kekasih

Perpisahan

Aku coba berpikir dan berusaha untuk memenangkan saja hatimu, kendati aku harus melepaskan semua yang berharga di hidupku.
Aku berpikir dan kemudian aku tersadar jika kamu dan aku memang berbeda. Mau bagaimanapun kita akan disatukan, tetap akan tersakiti. Bukannya memperoleh suka, tapi malah luka yang tergores. Bukannya memperoleh bahagia, namuan air mata yang akan tercurah. 
Kejamnya keadaan yang mempertemukan kita. Dan kemudian siapakah yang bisa disalahkan? 
Ini salahku dan kamu. Ya.. kita bermain api dan kemudian kita sendiri yang terbakara dan terluka. 
Aku mencintaimu dengan kelebihan dan kekuranganmu. Tapi kemudian aku tersadar.. 
Menara itu bukanlah kamu.. Aku tinggal menunggu waktu untuk keluar dari sang menara dan beranjak menuju menara yang lain. 
Aku dan kamu sama-sama terluka.. tapi aku bukanlah juga menaramu.. 



Kamis, 05 Januari 2012

Tangis tanpa suara

aku ingin hidup dengan barisan puisi yang mengisi relung-relung jiwaku
yang hidup dan mati dalam nama cinta
yang tersiksa karena adanya dusta dan kemudian bahagia dalam rengkuhan purnama jingga
aku sendiri dalam keramaian
dan aku berteriak dalam kesunyian pekat
tanpa nada, tanpa suara, tanpa melodi apapun yang menggema di jiwa
telah lama kutemukan kematian sang pelita
telah lama kutemukan kematian sang jiwa yang merana
coba berontak namun tak guna
coba menyerang namun tak kuasa
pekat dan hitamku dalam lantunan nyanyian sang malaikat  hitam yang terbang pergi menuju menara jingga itu membuatku tak berdaya dan tak lagi mampu ucapkan kata-kata
hancurkan duniaku, dia yang menginginkannya
hancurkan nyawaku dalam permainan sangkakalanya. Apa maunya? dia hancurkan semuanya. Dia berikan sembilu yang melukai hati, dia berikan tangis yang menyesak di dada
Pedihku adalah nyanyiannya
Tangisku adalah sukanya
Kejamnya dalam tarian nirwananya, dan kesedihannya tak kan ada selama aku terus terluka
Ohh..jiwa fana yang mengharap fajar.. jiwa fana yang bergulir dalam malam, yang teronggok dan mati ditelan bumi, yang terluka dalam nestapa

tanpa jiwa.. tanpa suara.. tak  bernyawa..

aku sendiri disini, masih melantukan nyanyian sunyi.. akankah kutemukan cahaya untuk hilangkan segala luka??



Jakarta, 05 January 2012