When I miss you then I try to call you...
but there is no answer
Just phone dialling answer my waiting
I miss you
I try to forget you. Is that impossible just to be with u?
I know it.
I just want to realized it.
Hopefully this pain will go away and I smile in me.
Our memories will be left behind
I walk away without tears
I come again to a light and whispering here I am
Then it will be a new beginning of mine
And that will be just a past.
Jakarta, 04.42 PM
Aku memiliki duniaku sendiri. Aku mencintai puisi, aku mencintai pengungkapan hati yang tak terkendali dan bebas lepas..
Kamis, 22 Maret 2012
Not Me
I am counting for the days
I am breathing
I am expecting..
I am waiting.. and singing in my heart, when remembering you.
and then.. I am realized that..
I am out of your expectation...
I am breathing
I am expecting..
I am waiting.. and singing in my heart, when remembering you.
and then.. I am realized that..
I am out of your expectation...
Rabu, 21 Maret 2012
Kepada Kekasih
Untuk kekasihku,
Kepada senja..
Mengapa engkau begitu cepat datang?
Mengapa malam terlihat ingin sekali menyelimuti bumi dan bumi pun meninggalkan pagi?
Mengapa begitu cepat hari ini berlalu?
Aku masih menginginkan hari ini. Aku masih ingin merengkuh memori yang telah aku alami. Hhhh..
Aku merindukannya, senja.
Seandainya saja dia memberikan waktu untukku bisa berada di sampingnya maka akan kujaga dia.
Seandainya saja dia memberikan sedikit ruang untukku bisa mengerti dirinya, maka tak ingin kutorehkan luka di hatinya seperti yang pernah dialaminya kala itu.
Aku ingin memeluknya.. Aku ingin menjadi gadisnya.. Masih saja rasa itu tertinggal dan terbenam di dalam jiwa.
Dia belum mengembalikan setengah hatiku. Kala itu dia berjanji akan menjaganya untuk aku, dan aku mempercayakan setengah hatiku kepadanya.. Aku percaya saja. Aku menyayanginya.. Tapi kemudian dia pergi dan membawa setengah hatiku. Dia belum mengembalikannya. Aku merasa kosong...
Kekasihku, mengapa kau lupa untuk mengembalikan hatiku? : )
- dari Alecca kepada Hilarion dalam kerinduan-
Kepada senja..
Mengapa engkau begitu cepat datang?
Mengapa malam terlihat ingin sekali menyelimuti bumi dan bumi pun meninggalkan pagi?
Mengapa begitu cepat hari ini berlalu?
Aku masih menginginkan hari ini. Aku masih ingin merengkuh memori yang telah aku alami. Hhhh..
Aku merindukannya, senja.
Seandainya saja dia memberikan waktu untukku bisa berada di sampingnya maka akan kujaga dia.
Seandainya saja dia memberikan sedikit ruang untukku bisa mengerti dirinya, maka tak ingin kutorehkan luka di hatinya seperti yang pernah dialaminya kala itu.
Aku ingin memeluknya.. Aku ingin menjadi gadisnya.. Masih saja rasa itu tertinggal dan terbenam di dalam jiwa.
Dia belum mengembalikan setengah hatiku. Kala itu dia berjanji akan menjaganya untuk aku, dan aku mempercayakan setengah hatiku kepadanya.. Aku percaya saja. Aku menyayanginya.. Tapi kemudian dia pergi dan membawa setengah hatiku. Dia belum mengembalikannya. Aku merasa kosong...
Kekasihku, mengapa kau lupa untuk mengembalikan hatiku? : )
- dari Alecca kepada Hilarion dalam kerinduan-
Balada Sang Jiwa
Yang lepas dan dilepaskan..
Tertinggal dan meninggalkan
Yang menangis dan tertawa.. Yang hilang dalam duka dan yang ditemukan dalam nestapa
Rindu yang terbawa dalam badai asmara dan merasuk ke dalam sukma
Yang hilang dan menangis dalam kepadaman
Yang tak ditemukan kembali dan entah ada dimana
Yang tak bisa hilang, yang hilang. Yang kembali, yang ditemukan.
Bagaimana semuanya menjadi satu? Bagaimana aku menyatukannya dalam satu hal yang mudah untuk terdefinisi?
Tak ada.
Hilang.
Itu jawabannya.
Tapi dibalik hilang ada.. pertemuan. Kembali, ditemukan. Hilangkah atau kembalikah?
Bagaimana aku mengatakannya? Kenapa semuanya terasa begitu gamblang ? Tidak. Sulit. Bagaimana aku berdiri? Bagaimana aku tertawa.. ? Bagaimana aku bertahan? dan bagaimana sayapku akan mengepak ?
Teriakanku tak bisa menanggulangi badai. Hilang sudah ditelan badai.. Tidak.. Kembali kutemukan di tepi pantai berpasir putih yang menenangkan jiwa..
Hilangkah? Kembalikah? Sebenarnya apa yang ada?
Realitakah? Atau hanya mimpikah?
Dimana aku? Dimana tawaku? Dimana sayapku? Dimana semuanya? Yang terpenting.. dimana jiwaku?
Dimana aku labuhkan hatiku? Aku tak bisa menggapainya.. Pergi dan tak bisa lagi kudapatkan. Hilang. Hilang.. Hilang.. Tiada.. Lenyap..
Itukah rasanya? Hilang.. dan hampa..
Katakan padaku!! Dimana akan kutemukan jiwa yang merana itu?
Dimana akan kutemukan jiwa yang menangis itu? Berikan kesempatan bagiku untuk merengkuhnya!! Akan kurengkuh jiwa itu dengan kekuatanku.
Dengan kelemahan yang telah berubah menjadi keberingasanku. Dengan kelembutan yang telah berubah menjadi keganasanku. Dengan sayap hitamku dan perisai perakku. Akan kutemukan dia dan akan kulindungi dengan segenap kekuatan yang masih tersisa. Aku masih mampu karena aku mencintainya.. Aku masih bisa karena aku masih ada dan napas masih kuhela.. Selama jantung berdetak dan denyut nadi tak terputus, aku akan berikan rengkuhan sayapku untuk sang jiwa yang merana.
Katakan dimana jiwa itu?? Akan kutemukan dan kusembuhkan..
Senyuman tulus tak akan lukainya. Belaian lembut tak akan membuatnya merana. Dekap lembut tak akan menyakitinya..
Aku mencintai jiwa itu.. Berikan jiwa itu padaku, aku akan membawanya pergi. Keluar dari semua ini.. Dimana jiwa itu??
Katakan padaku. Tak akan kubiarkan maut terlebih dahulu rengkuhnya..
Teriakan memecahkan hening dan sunyi.
Rengkuhan pada tubuhku telah berubah menjadi cakaran yang melukai diriku.
Lemahku dan tangisku berbaur dalam bau anyir darah yang perlahan merambat dan memabukanku.
Kekuatanku.. Cahayaku.. Hilang..
Lolongan malam begitu mengiba.. Dimanakah sang jiwa??
Kenapa tak bisa lagi kurasakan dirinya?
Telah kalahkah aku?
Tak ada tangis yang tak bisa dihapus. Tak ada amarah yang tak bisa diredam.. Sang jiwa yang merana pun hilang.
Selasa, 20 Maret 2012
Merindumu
Aku berharap melihatmu di tengah hiruk pikuk ini
Walaupun hanya melihat punggungmu sejenak dan tak perlu kamu menyadari ada aku yang merindukanmu
Masih kurasakan aroma tubuhmu dan kata-kata manismu..
Tapi.. aku harus sadar..kisah kita telah usai
Walaupun hanya melihat punggungmu sejenak dan tak perlu kamu menyadari ada aku yang merindukanmu
Masih kurasakan aroma tubuhmu dan kata-kata manismu..
Tapi.. aku harus sadar..kisah kita telah usai
Senin, 19 Maret 2012
Teringat Dia
Aku masih merasakan dia di dekapku
Tak pernah hilang dalam tangisku
masih merasakan dekap hangatnya kala itu
mengapa aku merindukan dia?
Dalam setiap hembusan napas yang kuhela, kenapa dia masih terbayang di sisiku?
Apakah aku benar telah jatuh cinta padanya?
secepat inikah semuanya??
secepat inikah semuanya??
-aku yang merasa bahwa aku ingin dia-
Aku dan rindu, untukmu
Merindumu dari balik tembok yang tinggi
Mencoba untuk mengintip seperti apa kamu sekarang, tapi sia-sia
Kembali aku teringat pada janji manismu dan aku merasa sesak
Tanpa daya untuk bisa melanjutkan kembali rasa rinduku padamu
Biarlah kusimpan senyum hangatmu dan janji manismu dalam kotak melodiku
Biar kulengkapi dengan semua yang pernah menjadi bagian terindah di hidupku
Kelak akan kuberikan sebuah jawaban yang akan menggoncangkan bimbangmu akan hadirku.
Kelak akan kuberikan dunia yang berbeda yang belum pernah engkau rasakan sebelumnya
Tak kan aku berikan benci padamu.
Hilang sudah kisah kita. Lupakan saja semua manisnya.
Tak ingin kurindukan kamu, itu sama saja menyayat pembuluh jantungku.
-untuk kamu yang saat ini kurindukan, dan telah meninggalkan goresan yang dalam-
Mencoba untuk mengintip seperti apa kamu sekarang, tapi sia-sia
Kembali aku teringat pada janji manismu dan aku merasa sesak
Tanpa daya untuk bisa melanjutkan kembali rasa rinduku padamu
Biarlah kusimpan senyum hangatmu dan janji manismu dalam kotak melodiku
Biar kulengkapi dengan semua yang pernah menjadi bagian terindah di hidupku
Kelak akan kuberikan sebuah jawaban yang akan menggoncangkan bimbangmu akan hadirku.
Kelak akan kuberikan dunia yang berbeda yang belum pernah engkau rasakan sebelumnya
Tak kan aku berikan benci padamu.
Hilang sudah kisah kita. Lupakan saja semua manisnya.
Tak ingin kurindukan kamu, itu sama saja menyayat pembuluh jantungku.
-untuk kamu yang saat ini kurindukan, dan telah meninggalkan goresan yang dalam-
Perisai
Mungkinkah perisai itu sebenarnya bukan milikku?
Tak kutemukan kilatan cahayanya yang menakjubkan.
Aku hanya melihat sebuah perisai tanpa cahaya yang kugenggam dengan ketakutan
Bagaimana aku bisa melakukannya? Aku tak bisa maju dan berperang, karena aku merasa bukan milikku.
Aku kehilangan diriku dan kehilangan rasa yang mendalam pada apa yang kugenggam
Bukan.. memang bukan milikku.
Minggu, 18 Maret 2012
Berikan Waktu
Biarkan aku terlelap sejenak, keluar dari hingar bingar duniaku
Biarkan aku merajut hatiku agar tak lagi tercerai
Biarkan aku sendiri utk meresapi
Biarkan aku mencari dimana nurani
Saat ini aku ingin kesendirianku
Bukannya aku lemah
Tapi berikan aku waktu untuk menemukan diriku dan mencari jalanku
-nada duka singgah di jiwa-
Biarkan aku merajut hatiku agar tak lagi tercerai
Biarkan aku sendiri utk meresapi
Biarkan aku mencari dimana nurani
Saat ini aku ingin kesendirianku
Bukannya aku lemah
Tapi berikan aku waktu untuk menemukan diriku dan mencari jalanku
-nada duka singgah di jiwa-
Duka Cinta
Di tengah hatiku yang membeku
Kuharapkan ada sentuhan lembut, dekapan hangat yang mampu meluluhkan kebekuanku
Tapi semuanya semakin terasa dingin, hingga aku merasa tidak ingin membuka mata.
Terlelap di balik selimut tuaku, untuk selamanya..
-aku yang berduka, dan menutup hati tuk cinta-
Kuharapkan ada sentuhan lembut, dekapan hangat yang mampu meluluhkan kebekuanku
Tapi semuanya semakin terasa dingin, hingga aku merasa tidak ingin membuka mata.
Terlelap di balik selimut tuaku, untuk selamanya..
-aku yang berduka, dan menutup hati tuk cinta-
Badai kelam
Berikan aku sebuah pengharapan.
Hancurkan aku dalam kekelaman
Berikan aku sebuah penerangan.
Kemudian kembalikan aku di tengah kegelapan
Pekat. Hampa. Tak mengerti ada dimana.
Padahal baru saja hadir dan baru saja cahaya itu mampir.
Tapi hanya sejenak dan kembali mendung.
Awan gelap menyelimuti.
Sebentar lagi akan ada badai.
Aku bersembunyi di balik kerisauan, dan berharap terhindar dari badai yang mendera jiwa.
Tapi terlambat.. Aku telah menjadi bagian dari sang badai.
Kematian
Kematian itu begitu dekat dengan kehidupan.
Kematian itu selalu membayangi di setiap langkah
Kematian itu terasa menyesakkan dan membuat kehilangan
Kematian itu.. Ahh.. entah bagaimana aku mengatakannya
Kematian itu.. sirna.
Kematian itu selalu membayangi di setiap langkah
Kematian itu terasa menyesakkan dan membuat kehilangan
Kematian itu.. Ahh.. entah bagaimana aku mengatakannya
Kematian itu.. sirna.
Sabtu, 17 Maret 2012
Akhiri Ini
Telah hilang
Sirna
Tiada
Tak ada lagi 'kamu'
Tiada lagi.
Hilang sudah rasa
Dan semua terasa bagai mimpi, dan hilang ketika aku terbangun
Sakitnya masih tertinggal, namun sukanya menghangatkan
Aku ingin tak perduli, tapi aku masih punya hati
Jiwaku berontak, nurani menenangkan
Tak ingin lagi ada
Biarlah menjadi tak nyata
Biarlah kujalani apa yang ada
dan kemudian.. aku tahu dimana aku berada..
Terima kasih untuk hadirmu
Setiap waktumu
Senyummu, kehangatanmu
Tak kumiliki lagi semua itu, tapi tak mengapa.. Biarlah kau dapatkan yang kau mau, dan ku akan tetap berada di jalanku.
Aku dan kamu berbeda. Tak sejalan. Tak bisa lagi. Aku melepaskan, dan kamu mau dilepaskan.
Aku sudahi, dan kamu juga berhenti.
Waktu sudah tak bisa memungkiri, jika rasa itu telah sirna.
Waktu terlalu bijak untuk berbohong.. Matamu jendela hatimu, kulihat itu semua dari sana.
Kau pernah dapatkan aku, dan ku pernah rasakan hadirmu.
Kini semua.. lupakan saja. Hanya sebentar.. dan itu mungkin tak berarti apa-apa.
-Untuk yang hilang dan tak bisa lagi kukenali-
Sirna
Tiada
Tak ada lagi 'kamu'
Tiada lagi.
Hilang sudah rasa
Dan semua terasa bagai mimpi, dan hilang ketika aku terbangun
Sakitnya masih tertinggal, namun sukanya menghangatkan
Aku ingin tak perduli, tapi aku masih punya hati
Jiwaku berontak, nurani menenangkan
Tak ingin lagi ada
Biarlah menjadi tak nyata
Biarlah kujalani apa yang ada
dan kemudian.. aku tahu dimana aku berada..
Terima kasih untuk hadirmu
Setiap waktumu
Senyummu, kehangatanmu
Tak kumiliki lagi semua itu, tapi tak mengapa.. Biarlah kau dapatkan yang kau mau, dan ku akan tetap berada di jalanku.
Aku dan kamu berbeda. Tak sejalan. Tak bisa lagi. Aku melepaskan, dan kamu mau dilepaskan.
Aku sudahi, dan kamu juga berhenti.
Waktu sudah tak bisa memungkiri, jika rasa itu telah sirna.
Waktu terlalu bijak untuk berbohong.. Matamu jendela hatimu, kulihat itu semua dari sana.
Kau pernah dapatkan aku, dan ku pernah rasakan hadirmu.
Kini semua.. lupakan saja. Hanya sebentar.. dan itu mungkin tak berarti apa-apa.
-Untuk yang hilang dan tak bisa lagi kukenali-
Kepada Rembulan Perak
Cahayanya membias di tengah telaga, di tengah kelamnya malam
Memancarkan cahaya yang kilaukan airnya
Terbangun aku diterpa keindahannya.
Aku kembali pada senyumku.
Hilang sudah gundah dan gelisah
Kembali aku pada angan indahku
Ada sinar di sisiku, yang ukir senyumku.. yang lukis tawaku
Yang perkenalkan aku kembali pada duniaku tempat aku dilahirkan, bukan pada dunia yang kuciptakan
Entah bagaimana aku harus mengucapkan "terima kasih"
Seperti tak mampu lagi aku ungkapkan kata itu, karena semuanya lebih daripada itu.
Kendati hilang namun aku menemukan
Kendati pergi, namun kembali
Biarlah angan sakitku hilang ditelan malam
dan angan indahku kembali bersama sang fajar
-Aku yang berterima kasih untuk semuanya. Dan jika kamu membaca ini, aku ingin tahu jika.. terima kasihku tak cukup untuk kebaikanmu-
Rabu, 14 Maret 2012
Satu namun Dua
Aku merasa beku.
Semuanya dingin
Tak lagi ada hangat.
Aku merasa cahaya
Terang benderang
Sinarnya memenuhi harapan
Penat dan pekat menjadi satu.. Aku kehilangan langkah yang menuntunku.. Entah dimana aku
Cahaya itu ada dan aku ingin terus di dalamnya..Kembali mulai kudapatkan.. Dan aku berada di titikku
Dua jiwaku berisyarat..
Satu tubuh, dua jiwa yang berteriak.
Semuanya dingin
Tak lagi ada hangat.
Aku merasa cahaya
Terang benderang
Sinarnya memenuhi harapan
Penat dan pekat menjadi satu.. Aku kehilangan langkah yang menuntunku.. Entah dimana aku
Cahaya itu ada dan aku ingin terus di dalamnya..Kembali mulai kudapatkan.. Dan aku berada di titikku
Dua jiwaku berisyarat..
Satu tubuh, dua jiwa yang berteriak.
Minggu, 11 Maret 2012
Seperti yang dirasakan Hawa
Aku mencintaimu seperti cinta Hawa kepada Adam
Aku ingin memilikimu seperti Hawa ingin memiliki Adam
Merasa bahwa tidak ada manusia lain selain Adam dan memang tidak ada yang lainnya
Jika bukan kepada Adam, kepada siapa lagi dia akan menyerahkan dirinya?
Jika bukan Adam yang ada di sampingnya, siapa lagi yang akan selalu menemaninya?
Itulah artimu di hidupku. Tidak ada lagi yang lain selain dirimu, tak ada lagi yang akan menghuni hatiku jika bukan kamu.
Jadikan aku sebagai tulang rusukmu, seperti Tuhan menjadikan Hawa dari tulang rusuk Adam.
Dekaplah aku seperti ketika Adam mendekap Hawa di tengah taman Eden.
Telusuri hatiku, rasakan sinar mataku ketika menatapmu, Adamku.
Cintailah aku dan miliku aku, selamanya hanya untukmu.
Rasakan keberadaanku dan biarlah keturunan kita pun hadir di bumi, karena begitu pula yang telah dilakukan Adam dan Hawa..
Biarlah walaupun nanti aku dan kamu telah tiada.. Kita memiliki permata hati sebagai tanda cinta kita.
Itu harapku yang telah jatuh cinta kepadamu
Aku ingin memilikimu seperti Hawa ingin memiliki Adam
Merasa bahwa tidak ada manusia lain selain Adam dan memang tidak ada yang lainnya
Jika bukan kepada Adam, kepada siapa lagi dia akan menyerahkan dirinya?
Jika bukan Adam yang ada di sampingnya, siapa lagi yang akan selalu menemaninya?
Itulah artimu di hidupku. Tidak ada lagi yang lain selain dirimu, tak ada lagi yang akan menghuni hatiku jika bukan kamu.
Jadikan aku sebagai tulang rusukmu, seperti Tuhan menjadikan Hawa dari tulang rusuk Adam.
Dekaplah aku seperti ketika Adam mendekap Hawa di tengah taman Eden.
Telusuri hatiku, rasakan sinar mataku ketika menatapmu, Adamku.
Cintailah aku dan miliku aku, selamanya hanya untukmu.
Rasakan keberadaanku dan biarlah keturunan kita pun hadir di bumi, karena begitu pula yang telah dilakukan Adam dan Hawa..
Biarlah walaupun nanti aku dan kamu telah tiada.. Kita memiliki permata hati sebagai tanda cinta kita.
Itu harapku yang telah jatuh cinta kepadamu
Kamis, 08 Maret 2012
Bening
terbias dalam gelap
kumencoba merajut kepingan hati yang tersisih
menyulam cahaya dibalik tembok rapuh
berdiri diatas bongkahan karang dan mengelu2kan
kemilau perak yang berkilauan lalu pudar ditelan
malam. entah kapan selesai dan entah apakah
warnanya akan kembali....
kumencoba merajut kepingan hati yang tersisih
menyulam cahaya dibalik tembok rapuh
berdiri diatas bongkahan karang dan mengelu2kan
kemilau perak yang berkilauan lalu pudar ditelan
malam. entah kapan selesai dan entah apakah
warnanya akan kembali....
Selasa, 06 Maret 2012
Tak lagi ada
Jiwa yang sendu terpaku pada bimbang
Berusaha untuk memberikan yang terakhir di jiwa
Mengoyak nurani mematikan sanubari
Ketika hati dan pikiran tak lagi senada
Maka yang tersisa hanya kematian yang tertunda
Mengapa bayang-bayang selalu ada ketika ada cahaya?
Mengapa cahaya tak selalu datang untuk menghadirkan penerangan?
Mengapa dunia tak selalu memberikan senyum dan kemudian hanya memberikan sakit yang menyiksa hingga pedih terasa?
Ahh... entah apa yang ada.. Terasa semua sudah sirna.. Selamat tinggal dunia.
Jakarta, 01.05 am
-jiwa yang terkoyak-
Berusaha untuk memberikan yang terakhir di jiwa
Mengoyak nurani mematikan sanubari
Ketika hati dan pikiran tak lagi senada
Maka yang tersisa hanya kematian yang tertunda
Mengapa bayang-bayang selalu ada ketika ada cahaya?
Mengapa cahaya tak selalu datang untuk menghadirkan penerangan?
Mengapa dunia tak selalu memberikan senyum dan kemudian hanya memberikan sakit yang menyiksa hingga pedih terasa?
Ahh... entah apa yang ada.. Terasa semua sudah sirna.. Selamat tinggal dunia.
Jakarta, 01.05 am
-jiwa yang terkoyak-
Time to say goodbye
Akhirnya harus diakhiri juga
Semua yang telah dilewati selama bertahun-tahun harus ditinggalkan
Semuanya tidak bisa lagi sama seperti dulu
Aku akan melangkah menuju cahaya.
Bersama kelabu aku akan berjalan menuju terang mencari kehidupan
Aku berharap aku mampu menjalani semuanya tanpamu dan aku pasti mampu
Aku mengakhirinya dan ini telah berakhir
Air mataku memang tertumpah dan aku menangis. Sangat sedih.
Sangat sakit dan merasa bahwa hari esok tak akan datang.
Bahwa bahagia mungkin akan sulit kembali aku temukan
Aku telah kehilangan tawamu, belaian dan kecupan mesramu, kata-kata indahmu disaat pagiku
Aku telah kehilangan itu. Akankah aku mampu melewati semua ini?
Rasanya ingin mati merasakan sakit yang luar biasa.
Rasanya ingin mati merasakan sakit yang luar biasa.
Rasanya ingin tidak pernah dilahirkan daripada merasakan pedih ini.
Kamu telah pergi.. Aku pun menjauh
Aku tak ingin lagi semua terulang. Segala yang indah..
Apakah ini mimpi? Jika ini memang mimpi tolong bangunkan aku..
Jangan biarkan aku menangis dalam tidurku. Terisak sampai sesak di dada dan sakit di hati.
Masa depanku disana
Kamu ada di belakang
Masa depanku menanti
Kamu tak lagi akan kutemui
Aku menari bersama duka. Malam ini.
Semoga esok matahari di hati bersinar menerangi nurani agar aku tak lagi merasa sendiri dan kemudian kehilangan akal sehatku untuk memulai hari
Aku akan begini entah sampai kapan.
Aku hanya ingin mencintai kekasihku saat ini. Selesai sudah semua masa lalu, tertutup sudah kisah lamaku. Buku usang itu akan aku masukan dalam kotak pandora, dan ingin kuganti dengan cerita indah yang lebih nyata.
Akankah kekasihku mencintai aku?
Akankah dia peduli padaku?
Aku hanya ingin menjaganya dan memberikan yang terakhir untuknya..
Tapi apakah cinta kali ini akan berpihak padaku? Ataukah aku harus mencari dan sementara itu akan merasa sendiri lagi?
Tak banyak yang kutemui dalam perjalan hidup ini. Jika bukan diriku yang berusaha berdiri sendiri, akankah ada seseorang yang akan menopangku? Aku ragu akan itu..
Cepat atau lambat aku akan kembali pada jalanku
Cepat atau lambat masa lalu akan terlupa dan masa depan selalu menanti..
Jakarta, 12.59
-yang terakhir untuk yang pertama-
.. dan kembali juga..
Kalbu itu perlahan lenyap
Sendu itu perlahan pudar
Aku menatap mentari dan berteduh dalam cahayanya
Aku meringankan tubuhku dan kepakkan sayapku menuju cakrawala jingga yang kurindukan
Nirwana itu menyambut sang mega yang tak lagi mendung
Nirwana itu mengucapkan isyarat cinta, tempat aku pada akhirnya menyembunyikan sayapku dan menjadi manusia nyata
Aku ingin tersenyum, tertawa, menari.. dan menjadi bahagia
Bahagia karena cinta..
Teringat karena ada dia yang memberikan warna.. dan jurang tak lagi ada di hadapanku, namun pelangi yang kerap mengiringi langkahku
Begitu mudah dunia berubah
Begitu cepat waktu berlalu
Selamat datang di duniaku, wahai Cinta..
- Aku yang mulai bercahaya-
Jumat, 02 Maret 2012
Aku dan Kamu dan akhirnya AKU
Duniaku bukanlah duniamu
Diriku tentu bukan dirimu
Apa yang aku rasa, kamu tidak akan pernah tahu
Mengapa aku marah, berteriak, menangis, meraung, kamu tidak akan menyadari dan tidak akan tahu mengapa
Aku dan kamu memang berbeda.
Dibesarkan dari dunia yang berbeda, tentu semuanya akan terasa berbeda.
Aku adalah aku yang merasa semuanya salah dalam duniaku
Kamu adalah orang yang merasa bahwa duniamu adalah di tengah bahagia
Aku dan kamu adalah dua pribadi yang tumbuh dalam satu waktu tapi memiliki dimensi yang berbeda
Sangat disayangkan kita tidak bisa bertukar peran. Seandainya kamu jadi aku, kuatkah kamu?
Seandainya aku jadi kamu, bisakah aku bahagia?
Aku dan kamu sama-sama memiliki tawa, bedanya tawaku hampa dan tawamu suka.
Sial.
Bagaimanapun juga aku tetap aku. Ketika aku tidur dan kemudian terbangun, aku masihlah aku. Aku bukanlah aku ketika aku menyangkal bahwa diriku adalah aku, namun tidak mungkin selamanya aku menyangkal bahwa aku adalah AKU
Aku harus temukan dia.. Itu jawabannya.. setelah itu semuanya akan menjadi lebih baik.
Diriku tentu bukan dirimu
Apa yang aku rasa, kamu tidak akan pernah tahu
Mengapa aku marah, berteriak, menangis, meraung, kamu tidak akan menyadari dan tidak akan tahu mengapa
Aku dan kamu memang berbeda.
Dibesarkan dari dunia yang berbeda, tentu semuanya akan terasa berbeda.
Aku adalah aku yang merasa semuanya salah dalam duniaku
Kamu adalah orang yang merasa bahwa duniamu adalah di tengah bahagia
Aku dan kamu adalah dua pribadi yang tumbuh dalam satu waktu tapi memiliki dimensi yang berbeda
Sangat disayangkan kita tidak bisa bertukar peran. Seandainya kamu jadi aku, kuatkah kamu?
Seandainya aku jadi kamu, bisakah aku bahagia?
Aku dan kamu sama-sama memiliki tawa, bedanya tawaku hampa dan tawamu suka.
Sial.
Bagaimanapun juga aku tetap aku. Ketika aku tidur dan kemudian terbangun, aku masihlah aku. Aku bukanlah aku ketika aku menyangkal bahwa diriku adalah aku, namun tidak mungkin selamanya aku menyangkal bahwa aku adalah AKU
Aku harus temukan dia.. Itu jawabannya.. setelah itu semuanya akan menjadi lebih baik.
Langganan:
Postingan (Atom)