Rabu, 21 Maret 2012

Balada Sang Jiwa

Yang lepas dan dilepaskan.. 
Tertinggal dan meninggalkan
Yang menangis dan tertawa.. Yang hilang dalam duka dan yang ditemukan dalam nestapa
Rindu yang terbawa dalam badai asmara dan merasuk ke dalam sukma
Yang hilang dan menangis dalam kepadaman 
Yang tak ditemukan kembali dan entah ada dimana
Yang tak bisa hilang, yang hilang. Yang kembali, yang ditemukan. 
Bagaimana semuanya menjadi satu? Bagaimana aku menyatukannya dalam satu hal yang mudah untuk terdefinisi? 
Tak ada. 
Hilang. 
Itu jawabannya. 
Tapi dibalik hilang ada.. pertemuan. Kembali, ditemukan. Hilangkah atau kembalikah? 
Bagaimana aku mengatakannya? Kenapa semuanya terasa begitu gamblang ? Tidak. Sulit. Bagaimana aku berdiri? Bagaimana aku tertawa.. ? Bagaimana aku bertahan? dan bagaimana sayapku akan mengepak ? 

Teriakanku tak bisa menanggulangi badai. Hilang sudah ditelan badai.. Tidak.. Kembali kutemukan di tepi pantai berpasir putih yang menenangkan jiwa.. 

Hilangkah? Kembalikah? Sebenarnya apa yang ada? 
Realitakah? Atau hanya mimpikah?
Dimana aku? Dimana tawaku? Dimana sayapku? Dimana semuanya? Yang terpenting.. dimana jiwaku? 

Dimana aku labuhkan hatiku? Aku tak bisa menggapainya.. Pergi dan tak bisa lagi kudapatkan. Hilang. Hilang.. Hilang.. Tiada.. Lenyap.. 


Itukah rasanya? Hilang.. dan hampa.. 


Katakan padaku!! Dimana akan kutemukan jiwa yang merana itu?
Dimana akan kutemukan jiwa yang menangis itu? Berikan kesempatan bagiku untuk merengkuhnya!! Akan kurengkuh jiwa itu dengan kekuatanku.
Dengan kelemahan yang telah berubah menjadi keberingasanku. Dengan kelembutan yang telah berubah menjadi keganasanku. Dengan sayap hitamku dan perisai perakku. Akan kutemukan dia dan akan kulindungi dengan segenap kekuatan yang masih tersisa. Aku masih mampu karena aku mencintainya.. Aku masih bisa karena aku masih ada dan napas masih kuhela.. Selama jantung berdetak dan denyut nadi tak terputus, aku akan berikan rengkuhan sayapku untuk sang jiwa yang merana. 

Katakan dimana jiwa itu?? Akan kutemukan dan kusembuhkan.. 

Senyuman tulus tak akan lukainya. Belaian lembut tak akan membuatnya merana. Dekap lembut tak akan menyakitinya.. 

Aku mencintai jiwa itu.. Berikan jiwa itu padaku, aku akan membawanya pergi. Keluar dari semua ini.. Dimana jiwa itu??

Katakan padaku. Tak akan kubiarkan maut terlebih dahulu rengkuhnya.. 



Teriakan memecahkan hening dan sunyi. 
Rengkuhan pada tubuhku telah berubah menjadi cakaran yang melukai diriku. 
Lemahku dan tangisku berbaur dalam bau anyir darah yang perlahan merambat dan memabukanku. 
Kekuatanku.. Cahayaku.. Hilang.. 


Lolongan malam begitu mengiba.. Dimanakah sang jiwa?? 
Kenapa tak  bisa lagi kurasakan dirinya? 
Telah kalahkah aku? 


Tak ada tangis yang tak bisa dihapus. Tak ada amarah yang tak bisa diredam.. Sang jiwa yang merana pun hilang. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar