Selasa, 06 Maret 2012

Tak lagi ada

Jiwa yang sendu terpaku pada bimbang
Berusaha untuk memberikan yang terakhir di jiwa
Mengoyak nurani mematikan sanubari
Ketika hati dan pikiran tak lagi senada
Maka yang tersisa hanya kematian yang tertunda


Mengapa bayang-bayang selalu ada ketika ada cahaya?
Mengapa cahaya tak selalu datang untuk menghadirkan penerangan?
Mengapa dunia tak selalu memberikan senyum dan kemudian hanya memberikan sakit yang menyiksa hingga pedih terasa?


Ahh... entah apa yang ada.. Terasa semua sudah sirna.. Selamat tinggal dunia.

Jakarta, 01.05 am

-jiwa yang terkoyak-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar