Hay, kekasihku...apa kabarmu?
Akhirnya aku datang kembali kepadamu. Akhirnya duniaku dan kamu berdampingan kembali.
Bagaimana ke depannya? Tentang segala perbedaan kita? Aku belum tahu apa jawabnya. Yang aku tahu aku sangat mencintaimu, dan jika cinta dikatakan buta, ya, dia memang buta. Dia tidak memilih, tapi dia dipilih, dipilih oleh karena kebutaan. Cinta memang diluar logika. Orang lain akan berpikir kita kehilangan akal sehat karena kita saling mencintai, mengagumi tanpa batas. Diluar nalar semua yang kita lakukan karena cinta. Karena cinta pula aku masih disini dan mengharapkan kita bersatu. Karena cinta pula aku bisa meninggalkan semua yang membuatku kehilangan dunia cintaku. Karena cinta pula aku mampu bertahan sampai saat ini... bagaimana kedepannya, Cinta? Aku telah mempertahankan cinta dengan keseluruhan jiwa dan ragaku, dan akankah cinta menyatukan kita, kekasihku? Seharusnya Sang Cinta bisa menjadi adil..dan aku akan sangat bahagia karena telah bersamamu selamanya...
Jakarta, 25 Januari 2012
11.07
Aku yang dimabuk cinta dan terpanah asmara...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar