Sayang, bisakah kau rasakan jemariku yang merengkuh tanganmu, yang ada selalu untukmu? Sepasang lenganku yang akan selalu menjagamu dan melindungimu?
Sayang, bisakah kau rasakan desah nafasku yang kuhembuskan hanya demi kamu? Untuk setiap detak jantung dan denyut nadiku pun hanya kamu yang memilikinya.
Kendati tak mungkin bagi aku dan kamu untuk bersama, aku akan tetap menjaga perasaan di dalam hati dan tak akan terganti perasaan ini. Kelak aku akan merasakan sesaknya nafasku di dalam relung jiwaku, menyadari kamu tak lagi disisi, dan apa yang kini kurengkuh dengan jemarikku akan berubah menjadi angin yang kemudian berhembus entah kemana..
Sayangku, hanya kepadamu kuletakkan hidupku, nasibku dan kebahagiaanku. Hanya kepadamu ingin kuserahkan duniaku. Tapi aku tersadar, suatu waktu nanti aku akan terbangun dari tidurku dan aku telah kehilangan separuh dari duniaku.
Aku telah kehilangan denyut nadiku, desah nafasku dan entah bagaimana aku akan hidup.
Sayangku, jika suatu hari kamu membaca apa yang aku tulis ini, aku hanya ingin aku tahu jika aku mencintaimu, meski aku tak bisa untuk memilikimu.
Aku akan berdoa untuk kamu yang kukasihi dengan ketulusanku.
Aku akan selalu menjagamu meski tak nyata kurengkuh engkau dengan jemariku.
Kekasihku, sayangku, pujaanku, impianku, perlahan kamu akan melangkah pergi, dan aku tetap akan terdiam disini. Maafkan aku atas semua hal yang menyakitimu dan mengekangmu seperti dalam penjara dingin yang tanpa cahaya.
Aku mencintaimu sungguh dengan ketulusanku.. Tapi..biarlah apa yang terjadi kini, hanya menjadi sepenggal mimpi indah yang akan sirna ketika kuterbangun nanti meski tetap akan tersimpan di dalam hati
Jakarta, 18 January 2012
Dalam cinta yang teramat dalam kepada sang kekasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar