Aku berpikir dan kemudian aku tersadar jika kamu dan aku memang berbeda. Mau bagaimanapun kita akan disatukan, tetap akan tersakiti. Bukannya memperoleh suka, tapi malah luka yang tergores. Bukannya memperoleh bahagia, namuan air mata yang akan tercurah.
Kejamnya keadaan yang mempertemukan kita. Dan kemudian siapakah yang bisa disalahkan?
Ini salahku dan kamu. Ya.. kita bermain api dan kemudian kita sendiri yang terbakara dan terluka.
Aku mencintaimu dengan kelebihan dan kekuranganmu. Tapi kemudian aku tersadar..
Menara itu bukanlah kamu.. Aku tinggal menunggu waktu untuk keluar dari sang menara dan beranjak menuju menara yang lain.
Aku dan kamu sama-sama terluka.. tapi aku bukanlah juga menaramu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar