Dimanakah akan kutemukan malaikat dengan sayap putihnya yang akan membawaku kembali pada duniaku dan tak lagi meninggalkan aku.
Jelaga hitam dan tertanam dalam benak yang hampa, mengharap pada kerinduan.
Jaring-jaring penghalang yang muncul dan membekas dalam benak, mematikan nurani, menghimpit jiwa yang berteriak kesakitan.
Adakah jiwa yang akan berada dalam diriku, yang menyenandungkan puji-pujian dan kata-kata indah untuk kemudian kusimpan dalam kotak memori?
Ataukah kotak pandora telah terbuka dan kemudian mematikan jiwa yang memiliki makna untuk mencari dalam kehidupan pasti dan kemudian malah mati ditelan oleh nurani yang berteriak mencari kepastian dalam ketiadaan?
Kasihan sang jiwa... Mungkin air matanya telah habis. Tiada lagi kata-kata yang mampu memberikan secercah cahaya untuk bisa disimpan didalamnya..
masih saja...
BalasHapusmeski langit dan bumi tak merestu...
meski hati dan logika tak menyatu...
masih saja...
lelah hati ini bertarung dengan logika..
mengapa tak pernah kutemukan jawaban
siapa yang seharusnya ku ikuti??
Logika yang tak pernah mengizinkan rindu menghinggapi pikiran ku..
Ataukah..
Sang hati yang meminta ku mengikuti kata-katanya ??
Lalu...
Aku dilanda kebinggungan
Sedang kau masih disana
Terdiam dan mungkin tak tahu segala gelisah ini...
tentukan arah langkahmu.. dengarkan kata hatimu. Karena disanalah nuranimu berada.
BalasHapus